dan dut

soal selera musik di negeri ini,
ada pop, rock, jazz, keroncong, hiphop, rap, dan juga dangdut tentunya
beserta varian-variannya..

yang saya aneh, kadang ada saja komentar miring tentang music of my country ini, memangnya kenapa toh dengan jenis musik yang satu ini ?
kadang baru denger bakal ada hajatan musik dangdut, sudah ada saja ocehan gak enak, macam ” heh dangdut ? ”
kok kayaknya musik di negeri ini ada semacam pengkastaan gitu ya ?

padahal, kalo gak suka, tinggal tutup kuping dan gak usah didengerin, beres,
gak usah berkomentar macem-macem deh

lalu, kalo kuping kita terbiasa dengan musik tertentu, lah kan too much kuping toh, dan tentunya selera orang beda-beda

belum lagi pas ada grup asal lampung yang sukses, dan kebetulan kadang rada-rada berirama musik melayu
banyak yang kayak kebakaran jenggot, kayak kesundut dipantat, komentar pedes lagii
yaa soal Kangen Band tuh, ente bisa aja komen macam-macam, tapi toh mereka sukses
lah yang komen bisa apa, coba ?

smua toh, apa pun aliran musik yang kita suka, gak harus gak suka dengan aliran yang lain, kan? gak harus meriang denger musik yang gak enak di hati dan kuping..

toh suka dengan aliran musik tertentu tidak lah menggambarkan prestise apa-apa, tidak menggambarkan kasta tertentu.
tetep saja yang denger itu manusia, pake kuping

at last,
saya tidak membela siapa-siapa,
cuma yang namanya musik, ya nikmati dengan hati ..
asal bikin senang, dan bisa bikin nyaman

apapun,
nikmati dan gak usah pake mencela siapa pun
toh kadang yang mencela gak lebih baik daripada yang dicela,
isnt it ?

baiklah, sebagai penutup, mari kita simak sebuah lagu dari bang Rhoma
yang berjudul, Musik..
selamat menikmati πŸ™‚

di mana-mana di atas dunia banyak orang bermain musik
Bermacam-macam itu jenis musik,
dari yang pop sampai klasik

Musik yang kami perdengarkan,
musik yang berirama Melayu
Siapa suka mari dengarkan, yang tak suka boleh berlalu

Bagi pemusik yang anti-Melayu,
boleh benci jangan mengganggu
Biarkan kami mendendangkan lagu, Lagu kami lagu Melayu

Lain kepala lain pula Kesenangannya pada musik
Dari itu mainlah musik asalkan jangan saling mengusik

Memang dengan adanya musik dunia ramai jadi berisik
tapi kalau tak ada musik dunia sepi kurang asik

Advertisements

16 thoughts on “dan dut

  1. Pakacil

    menurut PSP, alias Pancaran Sinar Petromaks yg kelompok orkes idola saya itu…
    hidup tak cukup hanya pada ilmu dan cinta, semua tak kan sempurna tanpa adanya musik dan lagu…
    karena itu, musik apapun selama cocok dikuping masingΒ², tariiiiik… tak perlu menghujat kuping orang lain… Sepakat !

    Like

    Reply
  2. carra

    hmmm… playlistku yg skrg sih ada dari mulai Seether, Motley Crue, Guns N Roses sampe goyangnya Glenn Fredly n Dewi Perssik, Ridho Rhoma… trus tiba2 ada suara lantang cengkok melayu nya Iyeth Bustami… tiba2 berganti ke suara mendesah2nya BCL πŸ˜€

    πŸ˜†

    betulllllllllllllllll om!! musik mah dinikmati sajah!!!

    musik dinikmati pake tlinga n hati… bukan pake mulut mah…

    klo seneng ya dengerin… engga ya udah… πŸ˜€

    Like

    Reply
  3. mas stein

    kalo yang saya pelajari dulu waktu luntang lantung di jogja, musik is penak ing kuping. jadi yang nyantol di telinga enak ya nikmatilah, kalo ndak suka tinggal ganti cenel saja tho, gitu saja kok repot…

    Like

    Reply
  4. Aiyuchi

    musik bisa menciptakan cinta dan perdamaian…
    beda pendapat beda selera bukanlah masalah asal tau batasan’na.
    peace of peace of peace of peace

    Like

    Reply
  5. deeedeee

    huahahhahaha…
    menulis sebuah pembelaan sepertinya…

    Saya dengerin lagu anaknya Bang Rhoma Irama ajah degh! –> Rhido Rhoma πŸ˜†

    Like

    Reply
  6. latree

    aku juga heran om, kenapa diskriminasi gitu
    aku sih suka musik bukan karena jenisnya apa. tapi gimana rasanya di kuping dan di hati.

    *guru pianoku melet waktu aku minta diajarin main lagunya Asep Irama si penyanyi dangdut buta itu….*

    Like

    Reply
  7. warmorning Post author

    @ keyno
    begitulahh πŸ˜€

    @ wawan
    sebenernya yg penting uenak di kuping, mas
    tapi dirubah asal asik, tak mengapa πŸ™‚

    @ nia
    sama πŸ˜€

    @ pakacil
    boleh saya mengkopi lagunya kapan2, pak ? πŸ˜€

    @ carra
    ah bijak skali kaw, mama anggit.. !!

    @ carra (lagi)
    kesalahan bukan pada pesawat admin saya

    @ mas stein
    anehnya, banyak yang sukanya repot, mas .

    @ aiyuchi
    peace jg yaa *acungin telunjuk dan jari tengah*

    @ deeedeee
    membela yg benar, tak ada salahnya bukan πŸ˜€

    @ latree
    gimana kalo belajarnya sama saya saja,,,

    Like

    Reply
  8. Chic

    masalahnya dangdut sekarang cuma sekedar goyang ooom, mutu musiknya ngga ada… eh ga cuma dangdut sih yang lain juga.. itu yang bikin males… 😐

    makanya saya tetep suka dangdut yg klasik πŸ˜€
    dan ya itu, kalo males, tinggal tutup mata & kuping aja chic, beres πŸ™‚

    Like

    Reply
  9. -GoenRock-

    Dangdut sekarang banyak dicemari sama penyanyi2 yang cuman modal bisa maen akrobat doang 😐 Saya suka dangdut, tapi yang bener2 dangdut macem Ike Nurjanah πŸ˜€

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s