Tukang Parkir

Lagi-lagi inget petuah pak Zainuddin MZ 🙂
Kali ini soal tukang parkir.
Kurang lebih begini ….

Soal ikhlas, kalo mau belajar, liat sama tukang parkir.
Yang tiap hari kerjaannya markirin berbagai jenis mobil dan motor.
Yang jelas harganya jutaan tuh.

Toh, sang tukang parkir nggak merasa memiliki.
Mobil atau motor yang masuk areal parkir, dijaga baik-baik.
Kalaupun ntar diambil pemiliknya lagi, ya diantar dengan senyum.

Begitu juga dengan apa-apa yang ada pada diri kita ini.
Semuanya serba titipan, semuanya serba pinjeman.
Wajar dong kalo suatu saat ntar diambil oleh pemiliknya.

Sering saya sendiri mikir apa yang melekat pada diri ini, adalah merupakan property pribadi. Kadang ngerasa sudah menjadi hak milik.

Padahal, harta benda, istri yang cantik, anak-anak yang pinter, bahkan nyawa adalah cuma titipan dari Allah, untuk dijaga sebaik mungkin.

Memang nggakada yang kekal di dunia ini.
Jadinya ya gimana caranya agar semua titipan itu bisa dijadikan ladang amal di dunia sebagai bekal menuju kehidupan yang abadi, ntar.

Tapi soal ikhlas itu, memang gampang di teori.
Prakteknya luar biasa susah, paling tidak bagi saya.

Makanya masih terus belajar nih.
Supaya plong dengan apapun keputusan-Nya atas diri saya yang ngga ada apa-apanya di muka bumi ini.

Advertisements

15 thoughts on “Tukang Parkir

  1. fery79

    Ikhlas…. kata inilah yang sangat berarti dalam perjalanan hidupku, yang mampu memberi kekuatan bagiku untuk menentukan langkahku, semoga ku selalu dalam lindunganNYA… amin.

    Like

    Reply
  2. waRm Post author

    -nia
    smoga makin bisa ikhlas ya 🙂

    -aap
    ah, pinter kaw

    -Yatie
    obatnya sudah ada di hatimu..

    -yulian
    memang..

    -fery
    amin..

    -Amd
    ente sendiri tukang parkir, kok

    -Rian
    gak ada yg susah kalo sudah ada ikhlas, mas 🙂

    -anny
    begitulah 🙂

    -kenyo
    iya

    Like

    Reply
  3. Ryu

    Ikhlas…. sulit memang tetapi harus diupayakan. Tp hrs hati-hati yah… kalo tukang parkirnya gak di bayar, tetap ikhlas gak ya? Harus direnungkan lagi tuh makna keikhlasan-nya. Jgn sampai terperangkap sm keterbatasan analogi.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s