Peraturan Sumbangan

Pagi-pagi tadi, iseng liat-liat selebaran yang nempel di samping tempat jualan bensin eceran. Pas saya baca, ternyata isinya adalah Larangan dari Pemerintah Daerah setempat untuk memberikan sumbangan buat orang yang minta-minta.

Hey, hebat sekali manusia sekarang, bisa mengatur ulang peraturan dari Tuhan, bisa-bisanya merevisi peraturan dari Allah, Sang Pemilik bumi dan segala isinya ini.

Peraturan itu dibuat karena apa ? Karena takut kota kotor karena banyak pengemis dan gelandang berkeliaran ?
Jadi solusinya adalah jangan beri mereka apa-apa, dan kita cuma boleh diam saat orang meminta.
Lalu siapa yang mau menanggung dosa kita yang begitu sombong tidak mau memberikan hak yang orang minta ?
Bukankah dari sebagian harta kita itu, ada hak orang lain ?

Di edaran itu pula, disebutkan, dilarang memberi sumbangan pada orang yang minta-minta, kecuali ada ijin dari Pemerintah setempat.
Sekali lagi, hebat ! Orang yang mau minta beberapa rupiah saja musti minta ijin.

Sementara di luar sana, banyak pejabat yang memakai fasilitas negara yang dibayar dengan pajak rakyat semaunya, lalu ada yang mengambil hak orang lain tanpa ijin dengan dalih bermacam-macam. Belum lagi berurusan dengan oknum yang secara tidak langsung menginginkan ‘tambahan biaya administrasi’.
Bagaimana nanti sekalian diatur, peraturan buat ‘minta sumbangan’ dari warga supaya mudah berurusan dengan pemerintah ?
Atau peraturan seberapa persen duit rakyat boleh dikorupsi ?
Banyak biaya-biaya diluar biaya normal. Toh, semua orang tutup mata saja.

Atau kata seorang teman, para pengemis itu sebenarnya kaya.
Lalu, apa kita untuk meminta-minta harus tau dulu secara detail mengenai latar belakang orang yang kita beri ?

Tugas kita simpel sekali, ah bukan tugas lagi, tapi kewajiban
Kewajiban untuk berbagi, kewajiban untuk memberi kepada yang tidak mampu.

Kalaupun tidak mau memberi saat orang minta, ya katakan saja tidak ada sesuatu untuk diberi. Beres.
Kalaupun dicurigai adanya isu pengemis yang terorganisir, ya usut, lalu tangkap. Beres.

Waspada sih boleh.
Nggak usah pake peraturan-peraturan aneh macam itu deh.

Terakhir, ada ancaman, kalo nekat ngasih-ngasih. Bakal dikasih denda.
Bravo deh. Niat baik orang sekarang bisa diancam dengan hukuman.

Hebat !!

Advertisements

16 thoughts on “Peraturan Sumbangan

  1. adipati kademangan

    Dia memang benar-benar membutuhkan sehingga dia meminta, walaupun caranya seperti itu, mengemis, terorganisir, punya mobil dirumahnya. Tapi nyatanya dia masih meminta kepada kita, mengadahkan tangan ke kita.

    Like

    Reply
  2. frozzy

    kalau dulu memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak boleh tahu…
    kalau sekarang, memberi dengan tangan kanan, tangan kiri harus tahu, kalau nggak, tar tangan kiri ngadu, ketangkep, di denda deh… hehehehehe

    Like

    Reply
  3. mawi wijna

    kalau dirunut akar permasalahannya adalah, “kenapa pengemis bisa ada” dan “kenapa pengemis meminta-minta”. Sebelum ada larangan ini-itu, mestinya dua pertanyaan itu dulu yang dicarikan solusinya.

    Like

    Reply
  4. kucingkeren

    hmmm… mungkin untuk mengantisipasi ‘serbuan’ ‘para pnegemis’ di bulan ramadhan ini, ya. Tapi soal memberi, itu kembali pada hati nurani. soal benar atau tidak, biarlah Tuhan yang menentukan.. selamat berpuasa ya

    Like

    Reply
  5. waRm Post author

    -Wawan
    itulah, mas .. entah apa yang ada di otak mereka

    -nia
    gak perlu ah, masa lebih takut pada manusia dibanding Tuhan ?
    kalo udah niat ya kasih saja ๐Ÿ™‚

    -frozzy
    nggak juga, mas
    prinsip itu tetap berlaku ๐Ÿ™‚

    -wijna
    itulah, orang sering bikin peraturan tanpa memikirkan soal akar permasalahan, dan jarang melihat semua sisi secara detail

    -ardianzz
    yup, sesederhana itu, mas ๐Ÿ™‚

    -kucingkeren
    bulan ramadhan atau tidak, tidak semestinya seperti itu kan ? ๐Ÿ™‚

    -Zephyr
    ya hebat sekali ngawurnya ๐Ÿ˜€

    -Oelil
    mudahan yg bikin aturan dapet ‘teguran’ dari-Nya deh ๐Ÿ˜€

    -Rusa Bawean
    terlepas dari itu, lihat ke hati dong, niat ngasih apa nggak ?
    kalo nggak niat ya bilang saya tidak, beres ! ๐Ÿ™‚

    Like

    Reply
  6. Zulhaq

    tadi pagi, saya juga nonton berita om
    3 orang di tangkap karena ketauan memberi sedekah ke pengemis jalanan. tragis!!!
    berbuat baik kok dapat hukuman…aturan macam apa itu

    Like

    Reply
  7. heri

    saya pikir dibuatnya peraturan itu cuma buat supaya anggota dewan ada kerjaan aja, maka dibuatlah aturan-aturan yang aneh, coba dicermati perda ketertiban umum itu, ada larangan buang air (besar/kecil) sembarangan loh, padahal yo masak ada satpol PP mau nangkep orang yang lagi pipis di pinggir jalan, kayaknya satpol PP-nya juga bakalan ogah, aturan yang ndak penting sehingga pelaksaannya pun pasti cuma anget2 *ai ayam

    Like

    Reply
  8. neng fey

    kalo ga salah dah ada yang ditangkep/didenda/ ditegor (ga tau detailnya) karena ketauan ngasi sedekah
    aneh ya om, masa kita ga boleh bikin pahala?
    mungkin maksud pemerintah kalo mo sedekah dah ada badannya, kaya amil zakat or something like that

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s