Jajan

Sebelum tikungan ke empat, pagi-pagi saat mengantar Q ke little school-nya.  Adalah sebuah warung, tempat Q biasa minta jajan untuk isi tasnya.

Padahal jarang juga tampaknya dia makan di tempat belajarnya itu.  Buktinya sering dimakannya saat pulang dan sampai di rumah.

Jajannya biasanya adalah susu kotak, coklat choki-choki, dan oreo.  Dan saya tak pernah bisa menolak permintaannya, kecuali saat maksa minta permen sementara idungnya lagi bermasalah dan mulai terlihat gejala batuk.

Bagian mengharukannya adalah, saat dia minta beliin choki-coki dua, katanya “satu buat bang Ai, ya..”

Jadi teringat dulu, waktu semasa sekolah.  Kala bisa jajan di sekolah adalah sesuatu yang mewah dan megah.  Karena memang jarang ada jatah jajan, ya untuk sarapan aja kadang juga jarang.

Jadilah saya semacam dendam.  Selalu tak tega jika mereka minta jajan.  Ya, jangan sampai kehilangan masa-masa indahnya jajan.
😀

*itu bungkus oreo bekas jajannya tadi pagi, dan masih ada sisa setengah keping tanpa ada coklatnya lagi tentu, tapi saya embat juga, daripada mubazir..

Advertisements

7 thoughts on “Jajan

  1. aprikot

    Saya ga prnh jajan jaman sy sekolah om, pertama sdh sarapan, kedua dibawain bekal sm ibu. Dikasih sangu uang cm bwt bayar becak or andong. Kondisi itu berlangsung smpai sy SMA, anehnya sy ga prnh protes hahaha.

    Btw ini tombol komennya jg msh blm ada huh

    warm : udah ada kan, lah ini buktinya bisa komen ck ck

    Like

    Reply
  2. putrimeneng

    dulu saya jarang jajan om, soalnya ibu selalu bawain makanan dari rumah, sampe cemilan-cemilannya 😀

    mulai jajan malah pas udah kerja dan makin jadi aja sekarang 😐 bagaimana inih

    eh blog nya idup ayoo makan-makan jajan – jajan

    warm : sana jajan sendiri ck ck

    Like

    Reply
  3. pakacil

    ah si Q, ingat sama abangnya
    tapi, kalau abahnya sekarang doyan jajan, maka harus waspada, lelaki dewasa jajan itu memiliki makna ganda 😀

    warm : ganda campuran pak ? 😐

    Like

    Reply
  4. Pingback: Blog Review: Blog Auk « Sepotong Rindu Untuk Embun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s