Coba kalau saya yang ngomong

Masalah apa itu tadi, yang dari entah kapan udah banyak yang ribut, dan tadi malem konon juga ribut, saya taunya baru tadi pagi sih.  Itulah pak wapres yang berusaha santun berbicara tentang toa, alias pengeras suara di mesjid saat azan.

Karena yang ngomong wapres, muslim lagi, maka ribut lah ayam malapada, eh alam mayapada, maka ya rame lah.  Semua memandang dan berbicara dengan segala argumen, pada pinter-pinter semua sih.

Untung saya bukan apa-apa, jadi ngomong soal gituan juga nggak bakal ngaruh.  Intinya sih yaa, permasalahannya itu, saya yakin deh cuma suara toa pas azan subuh, atau isya dan sebagian magrib.  Zuhur ama ashar mah jarang ada yang mempermasalahkan.

Because of what ? *ngikutin juri Indonesian Idol yang gundul*
😐

Karena itulah masa-masanya istirahat, saat enak-enaknya tidur.  Nggak enak dong, orang lagi asik merem kok ya ada yang ribut.  Atau paling nggak ‘dianggap bikin ribut‘.

Lagian cuma lima waktu, paling pol juga ada yang ngomong pas ada pengajian, berapa kali seminggu sih itu ? Plis deh jangan lebay.

Tapi dilain waktu ada lhoh yang malah dinantikan, yaitu pada saat azan magrib, sepertinya merdu bener.  Ditunggu-tunggu seharian.

Kesimpulan saya semena-mena adalah, bukan toa objek masalahnya, tapi pada telinga yang merasa itu adalah masalah *mbulet*

Advertisements

6 thoughts on “Coba kalau saya yang ngomong

  1. putrimeneng

    rumah bapakku di solo “dikepung” sama 3 mesjid dengan berbagai aliran, sejak kecil sudah terbiasa denger adzan, selain buat patokan waktu sholat juga patokan kapan saya harus pulang ke rumah makan siang dan beresin dapur sama ibu.

    yaa, aku juga ndak tau sih agumen mana yang benar, menurutku Islam memang menyukai keindahan, jadi monggo yang merasa suaranya indah, giat adzan di masjid biar biar adzannya bagus 🙂

    mekaten kemawon om *ngesot ke kantin* *luwe*

    warm : nah, demikianlah, 😀

    Like

    Reply
  2. r

    wah aku nggak tau keramaian ini… ada untungnya hp kena serangan jantung, nggak nengok dunia mayapada yg kebanyakan orgnya sekarang sensitip2 😀

    warm : syukurlah kalo ga ikut2, bikin mumet aja sih itu orang2 :mrgreen:

    Like

    Reply
  3. naussea

    suara adzan itu seharusnya dikeraskan lagi, biar lebih mengganggu, biar semua pada tahu mana yang harus didahulukan mana yang tidak 😀

    eh bener nggak sih 😀

    warm : sampeyan ini bisa aja euy, top beud 😀

    Like

    Reply
  4. natazya

    ah… pengalihan issue…

    *ga tau dari mana kemana :p

    warm : salah satunya sepertinya demikian, ah sudahlah, biarkan saja itu, ntar jg ngilang sendiri

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s