Temperamentalovely troublemaker’s rule

Pagi kala saya keluar rumah, Q mencak-mencak karena teman mainnya mudik. Tanpa alasan yang jelas beberapa bagian rumah diacak-acak.  Mainan bersebaran random di beberapa titik.  Kemudian dia melihat bang Ai dan Kaka yang sedang asik main gim dengan mesranya, sambil berpelukan segala katanya #hedeh.

Q datang di tengah-tengah dua lelaki itu, berusaha melepaskan paksa tangan keduanya, sambil bilang : “Tidak boleh pelukan, salah satunya harus meluk aku !”  Tidak lupa rupanya dengan aksi mencubit bang Ai dengan ganas sampai tertangis-tangis.

Kenapa saya tahu ceritanya padahal sedang tidak ada dirumah, karena barusan honey bercerita begitu.  Begitu juga dengan cerita kemarin sore, atau siang, saya lupa.

Biasa, kaca yang di dinding diturunkan paksa oleh Q, lalu ngaca, mengatur rambut, sebelah kiri disusupkan ditelinganya,sebalah kanan rada tergerai di depan jidat.  Lalu berjalan dan nanya sama bang Ai dan Kaka yang kebetulan *lagi-lagi* asik main gim di komputer.

Q : Aku cantik nggak ?
Bang Ai + Kaka : Nggak…!
Q : *nangis*
Bang Ai + Kaka : *cekikikan*

Rupanya tak puas dengan pendapat dua responden tak terakreditasi tersebut, beralih pada responden berikutnya, itulah dia uminya.

Q : Aku cantik nggak ? *sambil kedip-kedip dan nada suara nyaris mirip Syahrini ngomong*
Umi : Iya cantik.
Q : *tersenyum lebar lebay*

Masih belum puas juga dengan tiga responden, nanya lagi sama saya, beberapa saat kemudian.

Q : Aku cantik nggak, bah?
Saya : *mikir*
Honey : Udah bilang aja iya, ntar kalo nggak nangis lagi tuh..
Saya : *mikir lagi, kalo gitu buat apa pake ditanya coba kenapa coba kenapa..

Dan oh iya, kemarin pada nagih jalan-jalan, karena udah keburu siang, tak jadi main ke pantai, malah ke mall.  Tujuan utama dua lelaki itu apalagi kalo bukan timezone.  Sementara Q berhasil menambah koleksinya berupa bando pink, gelang pake bros yang juga pink, plus itu apa namanya, kuku yang dihias pake cat gitu, nail painting atau apa coba, sungguh modern dan bikin kepala geleng-geleng.  Iya kepala saya.

Dan nanti malam, televisi harus siap-siap didominasinya pula, gara-gara ada serial favoritnya : Hiro, semacam serial pahlawan bertopeng made in dalam negeri.  Ada yang belum tau?

Nah, saya mendadak teringat komentar Q saat nonton boyband cilik yang saya lupa namanya, beraksi di televisi, matanya lekat ke layar tipi, sambil berkomentar singkat : “Keren .. !”.  Yaampun, udah tau keren itu gimana rupanya.
😐

Advertisements

8 thoughts on “Temperamentalovely troublemaker’s rule

  1. Amd

    Heh, masih ndendam sama Q gegara lagu “Naik Kereta Api, Ndut ndut ndut”-nya tadi….

    warm : bukankah itu lagu yg keren, om ? 😐

    Like

    Reply
  2. Zeph

    Q memang keren… hehe, upload-lah foto Q sesekali saat Q lagi in action atau lagi bertingkah aneh-nya… 🙂

    Template-nya? ah..sudahlah… 🙄

    warm : nantilah diaplot, sementara dirahasiakan dulu katanya *halagh apa coba*

    Like

    Reply
  3. naussea

    inget kemenakan saya yang gak mau dibeliin sepatu futsal, eh justru mau dibeliin baju boyband biar gaul dan keren dan jadi perhatian temen2 kelasnya, padahal baru 4 SD

    hedeehhh 😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s