Syuting FTV

Sebuah sms masuk ke henpon saya, singkat, dua baris tapinya, karena layarnya kecil.  Ternyata dari honey.  Isinya adalah : “masih di lokasi syuting?”

Oh ternyata saya sudah dijalan, di atas motor, saat membuka pesan singkat itu.

Jadi tadi pagi menjelang siang, menuju Taman Budaya, karena persediaan kecap Banyak Mliwis habis total.  Saat menuju toko itu, eh ada keramaian di depan toko.  Saya nggak ngeh apaan itu, sampai seseorang yang berambut putih mengucapkan satu kata singkat dengan keras : “Action!”

Ealah ada syuting tampaknya, dan pasti itu salah satu episode FTV karena saya kenal dengan aktor yang lagi ditembak kamera di dekat parkiran, itulah Ramon F Tungka, artis ceweknya saya ndak kenal, berambut berwarna kemerahan panjang dan tampakny cantik, tapi bikin ngiler karena adegannya sedang makan es degan coba!

Maka sehabis membeli kecap satu botol, berdirilah saya di emperan toko, ngeliat proses syuting sebentar, sambil nelpon honey kalo lagi nonton orang sedang yang lagi syuting :mrgreen:

Saya pun berkesimpulan.  Pantas saja kalo FTV itu sering berlokasi di Jogja.  Soalnya tampaknya orang-orang yang lewat ya tidak begitu peduli, coba kalo syuting di kampung saya, beh bakalan rame yang nonton artis.

Taun kemarin juga pernah ngeliat Ringgo Agus Rahman pas syuting di sekitar Malioboro, paling sesekali ada yang nyadar lalu sepertinya foto-foto. Selain itu juga tak menimbulkan kemacetan walaopun lokasinya di dalam kota, karena ya kejadiannya mungkin persis kayak kalo kita mampir sejenak di pinggir jalan, lalu moto objek apa gitu, yang ngeliat ya cuek aja, seperti tak terjadi apa-apa.

Ya paling orang yang norak aja yang rela-relanya panas-panas malah mampir mengamati properti gerobak es degan, ngeliat aksi cewek yang makan es degan di bawah tiang lampu jalan, dan cowok berbandana yang setengah berlutut sambil ngobrol entah apa dengannya.  Lalu ada styrofoam yang diarahkan ke objek untuk pencahayaan, kru yang berjaga-jaga dis ekitar lokasi, kamera yang gede dan bergerak untuk menzoom di sepotong jalan sekitar parkiran.

Iya iya , yang norak itu saya 😐

Advertisements

8 thoughts on “Syuting FTV

  1. ipied

    ho gitu ya? jadi salah satu alasan kenapa suting FTV sering diadakan di jogja atau di bali itu karena itu? hem… karena masyarakat di sekitarnya gak reseh ataupun norak. hoo… agak masuk akal juga sih mas.. mungkin karena hal itu biasa kali ya? atau karena di kota2 itu rasa individualnya sudah semakin tinggi? masa bodoh dengan sekelilingnya? ah kok ya gak gitu juga ya?

    hihihihi….
    maap jadi senapsaran juga sayah… 😀

    warm : menurut saya sih gitu, tp ya ga mas bodoh jg kok, emang suasanya udah crowded, jd ya mungkin biasa aja gitu, apa karena di Jogja juga udah biasa lait bule ya ? *apa hubungannyaa* 😐

    Like

    Reply
  2. naussea

    aah, kirain si om yg maen pelem getooh
    pembaca kiciwaaaa …

    eh tapi itu es degan cemana bentuknya om, jelasin sekarang om, mumpung belum imsak 😀

    warm : bentuk es degan itu silakan dicek di sekitar anda pakcik 😐

    Like

    Reply
  3. mwahyunz

    ciyeee… yg pura²nya lihat suting, padahal nampaknya itu langkah awal untuk merambah dunia keseleban
    🙄

    warm : ebuset, antum jangan menyebar fitnah disini ya akhi 😐

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s