(un)Instal Windows 8

Sehari-semalaman kemarin yang entah ada angin apa, sibuk berusaha menginstal windows 8 di leptop, tanpa pengetahuan yang cukup padahal.  Tanpa pengetahuan mungkin tepatnya 😐

Sekali.  Berhasil tapi ngaco sehabis di start ulang. Memutuskan uninstall.
Instal kedua kali.  Masih ngaco.  Malah Ada malware terdeteksi.  Uninnstal lagi.
Nginstal lagi untuk kali ketiga.  Masih ada malware, dan makin ngaco.  Kursor mousenya joged-joged.  Tak bisa di shutdown.
That’s it.

Habis maghrib, nyari installer XP *akhirnya*

Pas nginstal oke, ada masalah sedikit pada partisi, hapus partisi win 8.  Efeknya sungguh bikin level sabar harus ditingkatkan lagi.
: semua data malah terhapus total, iya TOTAL ! pake huruf besar ! pake tanda seru !

Konyolnya disana masih ada beberapa data yang belum di bek-ap, data honey yang baru di edit salah satunya 😐

Tapi apa coba yang saya dapatkan ?
: Senyum dari honey, seakan tak terjadi apa-apa.

Dan saya merasa bersalah, malu, dan beruntung 😀
*dan siap-siap mengetik ulang data yang ngilang dengan ajaib itu* 😐

Pelajaran moral kali ini adalah.

  1. Ke-sok-tahuan-atas-sesuatu harus diantisipasi dengan kadar ikhlas yang berlebih 😐
  2. Windows 8 itu belum cocok untuk saya, kurang cocok untuk layar yang kurang bisa disentuh tampaknya.
  3. Terbiasa dengan tombol start itu kurang bagus jika memutuskan memakai win 8
  4. Mengutip kata bijak dari pak guru bahasa Inggris yang sedang bersiap untuk ujian thesis itu, bahwa : “Sesuatu itu yang penting fungsinya, tak penting manual apa matic. bukan cuma untuk gagah-gagahan aja, sungguh sifat riya itu tak disukai.”  Jadilah cukuplah win XP manual untuk hidup saya 😐
Advertisements

4 thoughts on “(un)Instal Windows 8

  1. naussea

    yah setuju dengan kutipan dari pak guru bahasa inggris itu yg kemudian saya juga mengingat sebuah kutipan dari mak erot

    bahwa sesungguhnya besar dan panjang itu bukanlah persoalan serius, yg penting berfungsi secara epektip 😀

    Like

    Reply
  2. OctaNH

    Seandainya Windows XP bisa dipake buat ngejalanin SIMS2 dengan mulus, saya bakalan pake juga kayaknya. Tapi berhubung apa yang bisa jalan di atas OS lebih penting daripada OS-nya sendiri, akhirnya saya pake Windows 7. Hmmm…. 😀

    Salam kenal, Mas Auk. (Panggilannya apaan sih? Mas kan? *maksa*)

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s