kembali tentang hujan

Entah berapa hari yang lalu, padahal langit cerah, asli cerah.  Pas bang Ai mau ngaji ke masjid kalo ga salah, eh dia bawa payung aja lhoh.  Saya ga berani protes lagi, takutnya beneran hujan lagi. Lama-lama saya menduga anak ini seperti semacam ada chemistry ama cuaca.

Dan eh iya beneran ternyata, pulangnya beneran hujan dan deras.  Mungkin lain kali saya harus nanya lagi soal kemungkinan hujan di jalan ama bang Ai bair siap-siap 😀

Lalu barusan kemarin.  Setelah sempat ngadat tak mau sekolah karena konon ada kawannya yang nakal.  Akhirnya Q mau dibujuk sekolah lagi.  Tapi syaratnya dijemput uminya, begitu pun pulangnya.

Kata honey pas pulang langit mendung sekali, istilahnya seperti mau runtuh aja tuh langit.  Tapi Q pengen mampir beli jus buah.  Trus dia berdoa di jalan +Ya Allah, hujannya ditunda dulu ya, aku dan umi mau beli jus dulu soalnya, ntar kalo udah sampe rumah, gapapa deh hujan deras-deras+

Dan beneran aja, sempet mampir beli jus, dan pas baru sampe rumah, langit pun runtuh, hujan turun sederas-derasnya. Ah, ajib sekali ya doa anak-anak. 😀

Advertisements

10 thoughts on “kembali tentang hujan

  1. naussea

    saya curiga dengan abinya yang dulu MUNGKIN berpropesi sebagai pawang hujan :p *digetok*

    eh doakan kami juga om, semoga sehat senantiasa dalam lindunggan Allah, dan proses lahiran lancar – amin 😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s