setting dan fitting

Kembali teringat akan tulisan pak turis jawa tentang fitting sepeda, intinya menyesuaikan seting sepeda dengan badan sang rider.  Simpelnya kesesuaian geometri sepeda dengan karakteristik body si pengendara.

Saya sendiri sekarang yakin, kalau hanya ada satu setingan yang pas untuk suatu benda untuk yang digunakan diri sendiri, seperti sepeda, sepeda motor, atau mobil atau barang apapun yang memerlukan penyesuaian.  Hal ini karena setiap manusia memiliki ukuran yang masing-masing beda, walaupun sering tak disadari, kalau tak percaya silakan ukur geometri tubuh sendiri, ukuran tangan, kaki, dan bagian tubuh manapun, bandingkan dengan orang lain yang kira-kira mirip sekali, pasti ada beda dalam hal ukuran walaupun mungkin cuma seperberapa milimeter  *sungguh mumet i*

Kembali ke seting sepeda, ini cuma hasil percobaan beberapa terakhir ini, sekaligus berusaha ‘menyadari’ bagian mana dari rivera terrain saya yang kira-kira harus diseting ulang agar pas digowes rasanya uenak .  Dan untuk menyadari sisi kenyamanan bersepeda ini pun, ternyata memerlukan waktu dan jarak juga, tentu ditambah perasaan.

Hal simpel yang baru bisa saya utak atik sendiri adalah mengatur posisi sadel.  Posisi sadel yang nyaman bagi saya sekarang tidak terlalu flat, dan jarak antara telapak kaki dan sadel dikira-kira dengan metode trial and error, untuk hal ini bisa di gugling sendiri. Sedangkan untuk aplikasi bagi sepeda masing-masing ya sampeyan sendiri yang bisa merasakan enak nggaknya posisi duduk di atas sadel.

Dan sesuai teori yang ada, kenyamanan posisi sadel berpengaruh nyata  menjaga energi tetap terjaga dan stabil saat bersepeda pada jarak yang lumayan tak dekat dan rada menanjak.   Contohnya saat saya sendiri mencoba hasil setingan kala menuju Pakem.

Walaupun sisi lain yang harus diperhatikan dan cukup menunjang dalam kenyamanan adalah terkait dengan bagian sepeda yang berhubungan dengan putaran, seperti hub, yang setelah saya ganti beneran ternyata beneran lebih enak euy, pantesan ngeliat orang sepedaan kok kayaknya enak bener ngeloyor padahal tampaknya belum dengan full power nggowesnya.

Kesimpulannya,s eting sepeda tidak ada yang one size fits all *boso opo iki*.  Hanya ada satu setingan yang pas untuk satu orang, lebih ekstrim lagi menurut saya, adalah hanya ada satu sepeda yang benar-benar pas untuk satu orang, paling tidak itulah keyakinan saya.

Demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s