bisnis & sedekah ust Yusuf Mansur

Akhir-akhir ini, membaca dan mengamati isi beberapa media yang memuat pemberitaan tentang ‘bisnis’ Ustadz Yusuf Mansur yang diperiksa Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lalu beberapa komentar yang kontra akan hal itu, jadi ingin menulis tentang apa yang diajarkan beliau, baik tentang bisnis yang lagi rame itu, maupun tentang sedekah yang sering beliau sampaikan di tiap kesempatan.

Yang pertama, tentan apa sebenarnya di balik bisnis hotel dan apartemen yang konon seharga 150 miliar itu.   Kalau hanya membaca dan mendengar sekilas berita, apalagi sekedar tau dari social media semacam twitter, ya jelas taunya cuma sepotong saja, dan banyak yang bergumam singkat : “ustadz kok bisnis”.

Usaha patungan, begitu namanya yang menjadi persoalan OJK sekarang, sebenarnya berawal dari niat baik untuk memberdayakan umat agar bisa sama-sama mengakuisisi hotel di bilangan soekarno-hatta.  Hotel itu nantinya akan dijadikan penginapan khusus untuk jamaah haji dan umrah, karena berdasarkan pengalaman beliau, konon setiap tahunnya selalu kekurangan tempat untuk transit jamaah.  Jadi siapapun yang berniat ikutan, dipersilakan ikutan.  Untuk sementara waktu berjalan, sistem yang digunakan jadi semacam crowd funding.  Urunan untuk mewujudkan hal yang menjadi tujuan bersama.

Akhirnya banyak yang mempercayakan sebagian hartanya untuk mewujudkannya, walaupun sekarang ini terganjal peraturan yang katanya tidak membolehkan untuk terus dijalankan.  Jadi, itu tidak semata-mata bisnis yang bertujuan untuk mencari dan mengumpulkan uang semata-mata, penuturan awal seperti yang sudah dilansir media bahwa ada bagi untung sebesar 8 % untuk investor, kalau lebih dari itu bakal disedekahkan.  Tujuan utamanya sebenarnya adalah agar masyarakat juga bisa punya andil dalam .. ah mungkin panjang lebarnya untuk bagian ini bisa dibaca di tulisan iwan piliang di kompasiana tentang bisnis tersebut.

Kemudian mengenai sedekah, sebenarnya beliau tak lebih, kalau dalam istilah twitter, nge RT atau ngeretweet tentang apa yang sudah diajarkan dalam Al Qur’an dan hadits.  Bahwa ada sebagian dari harta (yang sering dianggap hal milik) kita yang harus diberikan kepada yang memerlukan, dan meyakini bahwa semuanya pasti akan digantikan dengan yang jauh lebih baik dan bagus oleh Allah SWT.

Bagi yang masih ragu-ragu ataupun yang sinis dengan hal memberi biasanya akan berat untuk melepaskan apa yang dianggapnya sudah diperoleh dengan susah payah, apalagi ngeliat fenomena para peminta-minta yang punya koordinator lapangan segala, lalu ada yang bilang lebih bagus kalau diserahkan pada lembaga resmi bla bla bla.  Banyak jalan dan alasan kok untuk berat melakukannya.

Kemudian ada juga yang pesimis, berpikir masa sih cuma dengan sedekah satu lalu mendapat balesan sepuluh dan bahkan tujuh ratus kali lipat, kalo gitu ya ga usah usaha, kalo gitu sedekah aja lalu tunggu hasilnya tanpa perlu usaha kerja keras.  Itu salah kaprah bro, kalau selintas saja mengetahui apa yang diajarkan beliau akan berpikir kesitu.  Sedakah itu hanyalah jalan atas dasar keyakinan, tapi tentu harus pula dilengkapi dengan faktor-faktor pendukungnya.  Antara lain menjauhi larangan-Nya dan melakukan perintah-Nya, shalat diperbaiki, sikap dalam kehidupan dijaga, ibadah diperbagus, dan yang paling penting lebih mengasah keyakinan, bahwa segala-galanya merupakan kehendak Allah SWT.  Maka meminta apapun hanyalah pada-Nya, bukan pada manusia maupun makhluk lainnya di dunia ini.

Mungkin sedikit itu saja yang bisa saya tulis dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki terkait dengan pemberitaaan sepotong-potong tentang apa yang sedang rame sekarang ini, kalau ingin lebih jelas lagi, ya lebih banyak membaca, memahami, mendalami dan memaknai sumber utamanya.

Demikianlah.

Advertisements

3 thoughts on “bisnis & sedekah ust Yusuf Mansur

  1. naussea

    nggak bisa komentar banyak, aturan-aturan saat ini semakin aneh saja, kurasa,

    dan konon sih ustad YM akan membeli saham Merpati, wuiihhh ….. keren !! beberapa kali ikut pengajiannya, iyah dulu banget, kalo beliau selesai, dan sumbangan dikumpulkan, subhanallah, bisa bangun satu masjid mungkin 😀

    Like

    Reply
  2. warm

    @nausses
    dan kalau ada pengajian di sebuah mesjid, sumbangan yg terkumpul bukan utk mesjid itu, justru utk measjid di sekitarnya yg lebih memerlukan 🙂

    @asmie
    demikianlah 🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s