Tulang dari Umar

Salah satu pemimpin favorit saya sepanjang jaman selain Rasulullah SAW adalah sahabat beliau bernama Umar bin Khattab.  Jelas sudah banyak yang mendengar tentang riwayat beliau, kepemimpinan beliau yang jujur masih saya rindukan adanya kembali di jaman sekarang.  Dulu pertamakali kali mendengar riwayat beliau dari ceramahnya alm. KH Zainuddin MZ, ada sebagian yang masih saya ingat, terutama dalam hal keadilan pada rakyatnya.

Sejak lama ingin menceritakan kembali tentang ketegasan Umar kala mendengar keluhan seorang warganya yang merasa tertindas oleh penguasa kala itu.

Jadi, di jaman kekhalifahan Umar bin Khattab,  gubernur Mesir bernama Amr bin Ash mempunyai istana yang keren, tapi ada satu hal yang mengganjal hatinya, yaitu di dekat istananya terdapat gubuk seorang Yahudi yang tampaknya tidak ada keren-kerennya sama sekali.  Terbetiklah keinginan untuk menggusur itu rumah si Yahudi, lalu membuat rencana membuat masjid yang megah di area sekitar situ.

Pihak Gubernur pun meminta tanah dan gubuk si Yahudi untuk diserahkan pada negara, diganti dengan nilai yang berlipat.  Tapi ditolak karena empunya tanah sudah mendiami tempatnya sejak lama, itu juga harta satu-satunya yang didapat dari hasil kerja keras bertahun-tahun *sesaat saya teringat akan adegan awal dalam film Up! kala rumah kecil si kakek mau dugusur untuk pembangunan kota*

Karena empunya tanah tetap berkeras tak mau melepaskan asetnya, sementara Gubernur juga berasalan untuk kepentingan negara, maka akhirnya tanah beliau di gusur paksa.  Sampai akhirnya orang Yahudi itu memutuskan untuk berangkat menemui Khalifah alias presiden kala itu, yaitu Umar.

Sesampainya di ibukota negara, si Yahudi menemui seseorang lelaki yang berpakaian sederhana sedang tidur-tiduran di bawah pohon kurma di halaman masjid, menanyakan dimana bisa menemui sang khalifah di istananya. Lelaki itu menjawab “akulah khalifah yang engkau cari”  Terkejut si Yahudi, tapi kemudian ia mengadukan masalahnya dan meminta keadilan atasnya.

Oleh Umar, orang Yahudi itu diminta untuk mencari sepotong tulang, yang oleh beliau kemudian diberi satu garis lurus yang digoreskan dengan pedangnya untuk kemudian diminta disampaikan pada Gubernur Amr bin Ash yang menggusur tanahnya.  Walaupun bingung akhirnya disampaikan juga sesampainya kembali ke Mesir.

Dan saat menerima tulang dengan satu garis lurus itu, Amr bin Ash bergetar ketakutan, lalu meminta proyek dihentikan dan tanah serta gubuk orang Yahudi itu dikembalikan kembali kepada pemiliknya.

Orang Yahudi makin bingung, hanya gara-gara sepotong tulang, seorang Gubernur jadi sedemikian takutnya, maka bertanyalah dia kenapa bisa jadi begitu, maka dijawablah oleh Amr bin Ash..

“tulang yang kau berikan itu bukan sembarang tulang, itu merupakan pesan dari Khalifah Umar bin Khattab bahwa kebenaran dan keadilan harus ditegakkan, lurus seperti goresan pedang di tulang itu, kalau tidak mau meluruskan maka aku yang nantinya meluruskannya dengan pedangku, dan walaupun kau pejabat sehebat apapun, tak akan abadi hidup di dunia ini nantinya pasti akan kembali menjadi tulang belulang, hanya amal perbuatanmu yang dihitung dan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti”

Akhirul kata, orang Yahudi itu malah terkesan dengan keadilan yang mengikuti tuntunan syar’i dan ditunjukkan dengan tegas oleh khalifah, ia pun akhirnya menjadi muallaf dan tanahnya diwakafkan untuk pembangunan masjid.

Demikianlah, sebagian kecil riwayat tentang Umar bin Khattab yang sebisanya diceritakan.

Advertisements

4 thoughts on “Tulang dari Umar

  1. LJ

    makasi sharingnya, om warm.. sungguh begitulah kharisma seorang Umar di mata penguasa lain.

    *tausiah dr KH Wahyu NZ, kadang juga ada yang bagus. 😛

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s