Sepatah Banjar

Hari ini rumah (kontrakan) lagi rame sekali, keluarga dari kampung halaman datang, konon dalam rangka meninjau adanya Jogja, dan tadi sedari pagi mama, acil2 (bibi) rame menceritakan bagaimana perjalanan sedari Surabaya sampai disini.   Terutama tentang kosa kata Banjar yang tak bisa lepas diucapkan, siapapun lawan bicaranya.  Beberapa patah kata contohnya itu.

Obrolan para acil di bis,
salah satu nanya sama yang satunya : “Bisa lah kesitu? *sambil menceritakan jembatan Suramadu*
Supir bis bingung, kenapa alasannya jadi nggak bisa?  Bisa di kalimat tadi  artinya adalah “Pernah nggak kesitu?”
Oh semoga supir bis maklum.

Obrolan seseorang yang ngajak supir bis ngobrol
“Jalannya sakit ya?”
Kembali supir bis bingung, itu artinya padahal “Jalannya rusak ya?”
Oh semoga supir bis bisa kembali maklum.

Rekues salah seorang acil pada penjual makanan
“Ada hintalu bajarang lah?”
Pastilah yang ditanya bingung, itu padahal maksudnya “Ada telor rebus ndak?
Oh semoga penjual makanan itu bisa maklum.

Obrolan salah seorang acil sama honey
“tambangnya sama aja lah?
Padahal itu menanyakan ongkos bis.   Tambang = ongkos perjalanan.
Oh sekarang tampaknya honey mengerti,sebelumnya dia bingung hubungan tambang dengan bis.

Itulah, semoga kalian mengerti sekarang.
🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “Sepatah Banjar

  1. fay

    oom saya orang banjar juga.. 😀

    kata2 beliau yang paling saya ingat : airnya botak 😐 gimanah air bisa botak? 😐 rambut aja ga ada 😐

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s