Yang Besar yang Manja

Kemarin, ada rombongan motor gede, berderet-deret dikawal polisi dikalur mobil di ringroad. Seakan-akan mereka sejatinya bukan motor beroda dua.

Kemarin lagi, beberapa kali berpapasan dengan mobil baru, platnya masih berwarna putih dengan nomor berwarna merah. Sesekali berhasil bikin kaget karena klaksonnya ajib.

Tadi seorang teman pesepeda bercerita, pernah pas diperempatan rombongan motor gede menggeber gas, minta dikasih jalan padahal lampu setopan masih merah. Untung kompak barisan di depan, cuek tak mau memberi jalan, rhashakanh!

Kemarin dan sepertinya sampai sekarang, mobil diparkir dipinggir jalan yang lebarnya tak seberapa, seakan-akan empunya bayar sewa jalan lebih mahal.

Saya pikir memang, semakin besar kendaraan yang dipakai, berhasil meninggikan sisi egois dan manja pengendara ya, serasa penguasa sesaat, paling tidak saat di jalan.

Sekarang, saya masih menikmati suasana warung mbak Gin dekat tugu Kaliurang, yang dipenuhi mas-mas berjersey, sementara tunggangannya masing-masing yang powered by dengkul itu, ngadem di bawah pohon utara jalan.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

9 thoughts on “Yang Besar yang Manja

  1. macangadungan

    Padahal kata dosenku yang sudah tua banget, jaman dulu pejabat aja ada yang masih kerja pake sepeda ontel. Anggota DPR aja ada yang batik bagusnya cuma satu. Jadi tiap ada acara kenegaraan, batiknya itu itu terus.
    Kalau sekarang, sudah pake mobil mewah, gaji besar, dikasih pengawal, masih minta jatah jalanan.

    Like

    Reply
  2. latree

    aku juga pernah papasan sama rombongan motor gede. mereka dari arah berlawanan, ngambil lajur arahku, dan nglakson minta kami minggir. yang lain sih pada minggir. aku ga mau. dan klakson mereka aku balas dengan klakson panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang……

    belum pernah ketemu penunggang moge yang ndak kemaki. 😐

    Like

    Reply
  3. gold price

    Hari jumat tanggal 16 September 2011 saya solo riding dari Cirebon kebatang. Start dari Cirebon jam setengah sepuluh pagi, ditraffic light jalan pemuda cirebon saya bertemu rider Suzuki Thunder 250, setelah say hello, spik-spik dan salam bikers , ternyata beliau lagi solo touring menuju kesemarang. Setelah itu kita jalan masing-masing. Oh iya..tidak ada atribut club dijaket dan motornya, hanya stiker gambar dua sayap ditengahnya ada huruf B besar yang nempel dibelakang spakbor Memasuki batas kota Cirebon, saya mendengar raungan sirine dan lihat dispion ternyata rombongan motor besar. Ternyata rombongan Harley davidson sekitar 30an motor yang dikawal dua polisi didepan dan belakang rombongan..namun dibelakang polisi masih ada tiga sweeper lengkap dengan walky talky yang diletakkan disamping helmnya. Menjelang pintu keluar tol kanci, cirebon.. para biker harley davidson bisa mendahului saya..saya julurkan tangan kiri bermaksud mempersilahkan rombongan mendahului saya. Motor saya pacu pada kecepatan normal seperti biasa yang saya lakukan..sekitar 120-130 km/jam.. saya disisi kiri, rombongan Harley disisi kanan.. ada beberapa rider harley davidson yang menyapa salam bikers namun beberapa yang lain disapa nggak mudeng.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s