Tanjakan Petir Cetar Membahana

Sejak lama terniat untuk mencoba tanjakan legendaris lainnya di Jogja selain Cinomati *yang arsip tulisan tentang itu di blog ini sudah hilang entah kemana* yaitu tanjakan Petir, yang sudah diulas lebih mendalam di blog sebelah.

Awalnya saya mengajak denmas radith Brindhil untuk menemani rencana penderitaan saya dalam menanjak, tapi beliau ternyata malah sudah bablas sehabis melibas jalur Pakem liwat Renjondani katanya saat ditelpun.  Baiklah, lalu kembali berusaha menghubungi mas Saktya yang sudah pernah dengan gagah perkasa melibas jalur Petir nan cetar membahana tersebut, jejak rute beliau di endomondo bisa diintip disana.  Tapi lagi-lagi tampaknya sudah nasib saya untuk menderita sendirian berhubung beliau lagi sibuk berbisnis dan memikirkan persoalan negara.

Akhirnya dimulailah perjalanan, yang awalnya bahagia karena dari sekitar Gejayan menuju blok O sampai ke pintu gerbang desa Srimartani di Jl. Prambanan-Piyungan, yang akan terus menuju dusun Petir yang diidamkan, adalah relatif datar.  Setelah sekitar 20 km dilampaui, diseling dengan beberapa kali singgah menanyakan arah, akhirnya tiba lah di pintu gerbang yang dituju.

Setelah beberapa kilometer dari situ, akhirnya sampailah di titik awal tanjakan yang sekilas terlihat tak ada apa-apanya, tapi setelah meliwati beberapa rumah yang melindungi pemandangan tanjakan yang sebenarnya, dengkul pun lumayan resah.

Baru beberapa ratus meter menanjak, dengan alasan kombinasi beberapa minggu tak pernah melahap tanjakan, ditambah ban gede ukuran 1.95, maka dengan malu-malu akhirnya terpaksa menerapkan pola TTB sebentar, sebelum akhirnya sampai di pos cakruk sesuai petunjuk di blog mblusuk di atas.

Dan tanjakan itu terus berlanjut, tiada henti sampai akhirnya dengan tenaga yang berasal dari dua botol akua 600 ml dipaksakan hingga mencapai musholla , beristirahat lumayan lama disitu, sebelum kembali menanjak menuju lapangan badminton yang (agak) rusak.  Dari situ baru jalanan mulai agak bersahabat, sehingga sampai di ujung pertigaan di Ngoro Oro nan tak kalah legendarisnya.

Total tanjakan dari bawah sampai puncak di pertigaan sebenarnya tak sampai tiga kilometer, tapi sangat menguras tenaga.  Memang kurang lebih seperti tanjakan Cinomati.  Parah.  Rute yang benar-benar mempertebal iman, karena harus berulang kali mengucap istighfar menatap tanjakan yang seperti tak kunjung habis.

Tadinya terbetik rencana untuk belok kiri menuju Gunung Purba Nglanggeran yang juga legendaris itu, tapi berdasarkan saran mas Ganes, ditambah dikejar waktu karena janji mau menjemput di sulung dari pulang sekolah.  Akhirnya diputuskan untuk berbelok ke kanan saja, menuju Jl. Wonosari lalu melewati bukit Bintang untuk terus pulang kembali ke rumah setelah sempat menikmati ringroad timur yang lumayan penuh dengan raungan motor menggerung-gerung dari partai yang sedang sibuk kampanye.

Lumayan, total jenderal perjalanan pulang pergi sekitar 40 km.  Pulangnya sempat-sempatnya mampir ke Rodalink, demi melihat-lihat kali aja ada diskon, tapi tawaran yang ada belum menarik hati (selain list harganya juga lumayan).  Dan, ditengah jalan ujug-ujug malah ketemu sama denmas Brindhil di perempatan OB, ngobrol lama di tengah motor yang seliweran sambil ngamatin rack depan beliau yang masih kinyis-kinyis :mrgreen:

Perjalanan pun ditutup dengan bahagia dengan semangkok soto ayam plus jus jeruk yang tak kalah membahana :mrgreen:

Advertisements

5 thoughts on “Tanjakan Petir Cetar Membahana

  1. wxrm Post author

    @kimi. dicoba lah sesekali sepeda jauh2 😀
    @ipied. perasaan saya pernah bertemu anda *laah*
    @bagus. siap mas hehe

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s