Mencoba Pedal Cleat dan Fitting Sadel

Sejak memperoleh beberapa pengetahuan tentang sepeda beserta anatomi dan histologinya, ditambah suka mengamati part sepeda punya kawan-kawan pesepeda di Jogja sini, mau tak mau saya menjadi penasaran, karena tampaknya kondisi sepeda mereka jauh lebih baik dan stamina mereka dalam menggowes bisa dibilang kurang ajar kerennya.  Saya pikir ini mesti ada hubungan yang nyata antara stamina dan spare part sepeda yang digunakan.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba beberapa part untuk mengganti part lama yang terpasang di rivera terrain saya.  Teringat akan petuah mas Fery, owner Dopilas Bike yang juga mengutip dari kawannya yang tampaknya juga mengutip pernyataan siapa gitu *mbulet*.  Bahwa kalau mau upgrade sepeda, yang pertama dipikirkan adalah yang berhubungan dengan part yang bergerak, yaitu wheelset dan drivetrain.  Termasuk pedal yang terhubung langsung dengan crank.

Pedal yang saya pakai, dulunya adalah wellgo bearing yang kemudian diganti dengan pedal copotan sepeda federal Street Fox punya bang Ai *meuni ga modal* :mrgreen: , tetapi kemarin saya tergoda untuk menggantinya dengan pedal cleat Shimano M505. Hal ini juga terkait dengan pengamatan terhadap beberapa temen yang sudah menggunakan pedal cleat beserta sepatunya, tentu saja.  Tapi saya tentu tidak menggunakan sepatu khusus untuk itu, karena saya belum punya sepatunya, ditambah pedalnya beli bekas tanpa cleat, dan juga saya masih belum berani memakai sepatu yang kalau dipakai semacam terkunci dengan pedalnya.

Kemudian sadel Selle Royal seri Maya for men yang saya pakai beberapa minggu ini rasanya ada yang janggal, ada rasa kurang nyaman, padahal sadelnya empuk.  Berdasarkan referensi, nyaman tidaknya sadel tergantung pada anatomi pantat masing-masing, mungkin karena bokong saya lebih banyak tulang daripada lemaknya sehingga tidak pas dengan sadel yang padahal keren itu.

Akhirnya setelah beberapa kali iseng mencoba bermacam sadel di sepeda temen, dari yang merknya tak jelas berharga murah sampai dengan sadel Brooks yang harganya jutaan, pantat saya rupanya berjodoh dengan sadel Velo Plush yang terkesan bodinya rada tipis tapi nyaman dipakai.  Masalahnya itu sadel versi lama yang tak keluar lagi serinya, untungnya kemarin saya menemukannya di salah satu toko sepeda disini.

Dan, tadi pagi-pagi sekali, saya test drive dua part di atas, sekalian mencoba stem yang baru diganti dengan model jepit dengan stem adaptor.  Sekalian menengok tugu Kaliurang yang entah berapa lama tak tersambangi.   Tanjakan yang masih menjadi masalah dengan ban 1.95 pelan-pelan bisa dirayapi, singgah sebentar di warung Ijo Pakem untuk kemudian terus meluncur ke Kaliurang.

Hasilnya, adalah sadel yang merupakan barang NOS alias stok lama, sukses terkelupas di beberapa bagian 😆 tapi so far nyaman dipakai, beneran cocok untuk anatomi pantat saya.   Tak apa-apalah, rencananya akan terus saya pakai sampai rusaknya parah, kalau pun nanti harus diganti saya sudah tau bentuk sadel yang pas buat saya.

Untuk pedal cleat, walaupun saya tak pakai cleatnya, ternyata beneran enak bro !  Nyaman sekali dipakai, ringan sekali saat digowes, bisa dibilang loncer abis, pantesan itu yang pake roadbike nanjak pun bisa ngebut, ternyata salah satu rahasianya ada pada pedal yang dipakai.  Saya sangat merekomendasikan pedal jenis ini untuk yang suka sepedaan nanjak ataupun turing jarak jauh, dijamin akan menghemat tenaga lebih dibanding pakai pedal biasa.   Kata temen-temen yang terbiasa, pakai sepatu cleat juga lebih menambah efisensi gowesan.

Setelah ini, tampaknya saya tergoda untuk mengganti beberapa part drivetrain, tapi entahlah kapan ya? 😀

Advertisements

6 thoughts on “Mencoba Pedal Cleat dan Fitting Sadel

  1. Ditter

    Otak-atik sepeda gitu memang menyenangkan, ya. Teman saya ada yg habis sampai lebih dari harga sepedanya itu sendiri, untuk ganti-ganti part, hehe….

    Kalau sepeda saya masih standar. Saya cuma ganti sadelnya, pakai yg velo plush gel. Empuk dan nyaman. Kalau naik ke Pakem, pantat nggak begitu kerasa sakit, hehe….

    Like

    Reply
  2. wxrm Post author

    @ditter
    lah biasa ke pakem jg toh mas, jangan2 sering ketemu padahal tp saya ga kenal sampeyan, hehe iya soal upgrade sepeda kalo udah kenal bahaya sih kalo ga bisa nahan napsu :mrgreen:

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s