cara Seting Sepatu Cleat

Kalau sebelumnya saya sudah membeli dan mencoba pedal cleat, beberapa hari yang lalu akhirnya saya tergoda untuk mencoba memakai sepatunya.  Kebetulan ada yang jual bekas di kaskus, sudah termasuk cleatnya pula, walaupun ukurannya 43, dua nomor di atas ukuran sepatu normal saya.  Tapi menurut info dari kawan, katanya ukuran sepatu cleat itu biasanya satu ukuran lebih tinggi dari sepatu harian.

Saat sepatu pesanan datang, baru ingat satu hal, saya tak tahu cara seting cleat yang ada di sepatu maupun pedal cleatnya.  Googling tak menemukan jua manual dalam bahasa Indonesia tercinta ini.  Akhirnya nemu banyak referensi dari web luar.  Supaya lebih jelas lagi saya mencarinya di youtube.

Akhirnya berdasarkan referensi yang ditemukan, saya pun menyimpulkan bahwa seting cleat intinya terdiri dari dua bagian :

  1. Seting cleat di sepatu
    Ini menentukan posisi yang optimal untuk pedalling, sehingga power bisa maksimal disalurkan dari kaki ke pedal.  Ya paling tidak nyaman dirasakan saat mengayuh pedal.  Saya pun baru tahu kalau posisi kaki yang nyaman berbeda-beda.  Tapi untuk amannya, saya pun mengikuti petunjuk untuk memilih posisi netral. Artinya posisi cleat tepat lurus di tengah-tengah.  Sepeti contoh di bawah ini
    Kebetulan cleat yang disertakan di sepatu sama, yaitu SM SH56 yang multi release -ditandai dengan huruf M dibagian bawah cleat, yang katanya sih bisa di pasang lepas dari berbagai posisi.  Saya sendiri tak mengerti bedanya dengan yang single release karena dapetnys sudah gitu.
  2. Seting pedal.
    Kemudian juga yang penting adalah menyesuaikan posisi cleat di pedal dengan posisi kaki, yang bagus katanya posisinya seperti gambar di bawah ini yaitu di antara ruas tulang jempol dan jari manis di kaki, di referensi lain bilang posisi spindle atau bagian tengah pedal sejajar dengan ruas tulang di ibujari kaki yang menonjol, gak tau tulang apa namanya pokoknya yang ada tanda 1st di bawah itulah 😀

    Lalu, selanjutnya adjusting tension alias mengatur ketegangan per di pedal untuk keluar masuknya cleat.  Menurut referensi di shimano sih tampaknya mudah, tinggal memutar baut yang ada di pedal ke kanan atau searah jarum jam untuk mengencangkan dan arah sebaliknya untuk mengendorkannya.  Lebih kencang setingnya, lebih mantap cleat menempel di pedal tapi juga otomatis lebih perlu tenaga yang lebih besar saat melepaskannya.

    Berhubung saya baru pertama kali menggunakannya, ditambah dengan rasa takut lupa melepasnya kala di jalan, jadinya saya seting dengan sangat tidak kencang 😀 kebetulan saya menggunakan pedal shimano PD M505 yang merupakan seri paling murah di antar yang lain, sehingga tak ada petunjuk tanda plus minus seperti pada gambar di atas.  Akhirnya ya saya putar saja ke kiri sampai habis dan bautnya lepas :mrgreen:  Kemudian saya pasang lagi dan pelan-pelan di putar ke arah kanan sekitar ± 6-8 putaran.
  3. Ujicoba
    Pertama menggunakannya saya cuma belajar memasang dan melepas cleat di pedal dari atas sadel dengan posisi sepeda diam dan tangan berpegangan di tiang 😀  Setelah dirasa bisa, akhirnya saya nekat mencobanya ke Pakem, itu jalannya aspal lumayan mulus dengan kontur jalan yang landai menanjak sekitar 13 kilometer dari rumah.
    Ternyata benar adanya, efisiensi kayuhan saat menggowes sepeda terasa.  Karena kedua kaki bergantian menekan dan menarik pedal secara bersamaan, tak seperti mengayuh sepeda seperti biasanya yang cuma mengandalkan salah satu kaki untuk menendang pedal.  Selain itu karena sepatu nempel di pedal, jadinya posisi kaki juga stabil.  Saya yang biasanya kecepatan rata-rata ke Pakem 15 km/jam dengan ratio gear tengah-tengah, kemarin bisa jadi 18 km/jam tanpa ada rasa cape yang berlebihan pada lutut ataupun kaki.

Jadi, bagi ada yang punya dana lebih, saya ngasih rekomendasi untuk memasang pedal  dan menggunakan sepatu cleat dalam bersepeda, kayuhan lebih terasa enteng dan yang jelas mengurangi penyiksaan terhadap dengkul 😀  Tapi tentu saja, jangan lupa untuk melepas cleatnya saat di lampu merah ataupun saat turun.  Jangan sampai gedubrak jatuh tanpa sengaja karena cleat masih nempel di pedal, saya pun berdoa sepanjang jalan dan sampai sekarang mudah-mudahan saya tak mengalaminya. 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s