ke Tawang Mangu

Awalnya ada ajakan dari anak-anak Fedjo alias Federal Jogja untuk ikut touring ke Cemoro Sewu, itu pintu masuk pendakian ke Gunung Lawu yang konon berada di 1800 dpl lebih. Tapi, saya belum berani mengiyakan, karena belum yakin bisa sampe situ, ditambah peralatan yang dirasa belum cukup, semacam tas pannier dan sleepingbag karena rencananya sekalian bikecamping tiga hari dua malam dari kamis sampai sabtu. Oh.

@OCDAkan tetapi ternyata ada dua orang lagi yang juga galau, namanya uda Revo asal Padang dan mas Radith yang asli Jogja, antara mau ikut berangkat dan tidak, walau akhirnya jadi menyusul juga saat hari jum’at.  Pagi-pagi menyusuri jalan raya dari Jogja menuju Karang Anyar.  Sampai pas maghrib akhirnya tiba di terminal Karang Pandan, itu konon sekitar tiga belas kilometer sebelum Tawang Mangu dan dua puluh enam kilometer sebelum Cemoro Sewu.

#on-roadRencana numpang truk atau pick up ke lokasi perkemahan Cemoro Sewu demi menyusul tim awal yang sudah sampai disitu sejak siang hari akhirnya di gagalkan oleh hujan yang terus turun sampai subuh, ditambah godaan menggelitik untuk nginep di teras Bank Jateng samping terminal.

Akhirnya jum’at malam dilewati disitu dengan fasilitas yang ternyata menyenangkan, ada sofa, musholla, kamar mandi luas, colokan untuk charger handphone, parkiran sepeda dan aman karena gerbang kantornya ditutup pas tengah malam dan yang jelas gratis.  Sungguh pilihan yang tepat !

#tw-mngTapi toh saya masih penasaran pengen nanjak sedikit lagi, paling tidak sampai objek wisata Tawang Mangu, nanggung tinggal sedikit ke atas.  Akhirnya setelah sholat subuh, sarapan susu dan sekerat roti sambil nunggu gerbang pagar dibuka.  Saya pun sendirian menyusuri jalanan yang tak ada datar-datarnya menuju situ.  Beberapa kali ketemu tanjakan plus tikungan semacam itu pula 😐

#sampe

Hingga kurang lebih satu jam kemudian sampai di pintu masuk Grojogan Sewu.  Foto sebentar. Lalu kembali turun ke basecamp.  Sehabis packing, nyari sarapan, lalu nunggu rombongan yang dari Cemoro Sewu, kemudian pulang.  Sampai Solo ada yang berbaikhati ntraktir eskelmud.  Traktiran habis lanjut ke Jogja, mampir masjid raya Klaten bentar maghriban, lalu nggowes lagi hingga sampai kos jam sembilan malam ya kalo nggak salah, iya nggak sih?  Pokoknya sekitar 220 km pulang pergi terjalani lah akhirnya.

Lalu mandi, lalu isyaan, lalu masih sarungan, lalu tergeletak tak sadarkan diri.  Begitulah.

Advertisements

7 thoughts on “ke Tawang Mangu

  1. wxrm Post author

    @Tian
    Alhamdulillah kalau demikian, mas 😀

    @Devieriana
    Namanya juga ibu pejabat 😐

    @Jarwadi
    Dipaksa om, bukan perkasa hehe

    Like

    Reply
  2. Pingback: » Kiss can do blog auk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s