Mencari Handphone yang Hilang

Sabtu, Thor, si kaka libur.  Jadi ada waktu sehari semalam bersama si sulung, waktu yang langka sekali.  Malamnya pun nonton Spiderman, jam terakhir, sembilan limabelas malam sampai nyaris tengah malam.  Biasa lah sekali sebulan menikmati popcorn mahal tak mengapa, itu pun sampai akhir film masih ada sisa.

Minggu pagi.  Kaka asik main gim di komputer, saya ijin sebentar sepedaan ke utara.  Mau berangkat baru sadar, tiada handphone yang isinya kartu pasca bayar.  Sudahlah saya tak mengapa, cuma memikirkan nanti harus mengurus penggantian kartu lagi.  Malah sempat-sempatnya miscall dan mengirim sms ke nomor yang handphonenya sudah dianggap hilang :

“Kalau menemukan hape ini, tolong sms ke nomor saya yang ini ya.  Makasih”

Saat bersepeda ke utara, bertemu mas Saktya, anak muda penggemar bola, dan sepeda tentu.  Malah ngobrol sambil ngayuh.

“Sepertinya hapeku hilang pas nonton tadi malem sama anakku, deh”
“Coba dicek aja mas.  Siapa tau masih ada..”
“….”
“Atau nanti bareng saya kesitu, kebetulan sekalian mau ke Mandala Krida..”
Terimakasih idenya, mas.

Tapi nyatanya, cuma sebentar di emperan depan warung ijo, saya memutuskan pulang, mencoba saran mas-mas fanatik bola itu.  Sampai rumah, sepeda parkir, ganti motor, lalu ngajak kaka, sekalian nyari makan.

Sampai di bioskop, nanya cleaning service yang sudah rajin bersih-bersih sepagi itu.  Pukul sepuluh kurang lebih.  Lalu disarankan menemui sekuriti di dalam gedung.

Bertemu dengan petugas pengamanan yang berseragam hitam.

“Pak, kayaknya tadi malem hape saya ketinggalan pas nonton, boleh ngecek nggak pak?”
“Tiketnya dibawa?” Kebetulan tiket sudah disiapkan, saya kasihkan.
“Pertunjukan terakhir ya? studio 4 E12..”

Lalu mengantar saya masuk ke studio yang jelas sepi, menyalakan senter, mencari-cari sekitar kursi. Dan..

“Masih ada mas”
Lalu mengacungkan perangkat canggih yang memang ketinggalan masanya itu, setelah mengambilnya dari bawah kursi berwarna merah yang empuk.

“Terimakasih, pak..”
Lalu berbasa basi menanyakan apakah jaga sendirian, dari jam berapa, kapan waktu ganti shift.  Jam tujuh sebentar lagi kata beliau yang gagah dan ramah itu.

Jadi malu juga.  Lupa nawarin traktir sarapan gitu, aduh semoga lain kali tak begitu lagi.

Lalu, ke warung makan bersama kaka  Seperti merayakan ketemunya handphone yang sempat hilang, padahal memang karena sudah waktunya lapar.

..
nyatanya, urutannya : ikhlas  kemudian tawakkal itu memang posisinya haruslah di depan, baru ikhtiar, usaha, kemudian tak henti dari awal sampai akhirnya bersyukur.  Syukur untung kasusnya cuma henpon, coba kalau…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s