Hintalu Karuang

Dalam bahasa Banjar, hintalu artinya telor dan Karuang konon adalah species burung yang sungguh saya belum pernah melihat penampakannya. Disebut hintalu karuang karena bentuknya yang bulat kecil-kecil, berasal dari ketan yang direbus dan terendam dalam saus kental dari campuran gula merah dan santan.  Sedikit mirip dengan kolak biji salak.  Bedanya cuma di bahan.

Itulah nama makanan yang beberapa hari ini menjadi favorit saya dalam hal sarapan dan kadang kalau ada sisa saya jadikan kudapan yang kadang dicelupin roti di kala malam menjelang ditonton siaran piala dunia, kebiasaan berencana nonton tipi tapi ujung-ujungnya terlelap dengan damai.  Ah yang penting kan tahu skor akhirnya.

Kembali ke makanan yang biasanya terpajang bersisian dengan bubur gunting, bubur kacang ijo, bubur sumsum itu.  Rasa manisnya pas, terutama yang dibikin oleh penjual langganan yang rumahnya mau dijual itu, yang posisi warungnya di depan kantor camat. Rupanya banyak pula yang sepaham, buktinya kalau telat sedikit saja, bubur hintalu haruang habis duluan, biasanya yang tersisa cuma burjo dan terkadang bubur sumsum.

Penampakannya kurang lebih seperti di bawah ini.

sumber foto http://variousfoodworld.com/

Jadi begitulah, ini salah satu jenis makanan yang saya rekomendasikan kalau sewaktu-waktu ingin merasakan makanan khas Banjar.  Kemudian gara-gara mencari link tentang burung Karuang di atas, saya baru tahu kalau ada wikipedia dengan bahasa Banjar, lucu jua!

Advertisements

4 thoughts on “Hintalu Karuang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s