Sedikit terpesona, saja.

Memang hitam dia, sudah terlupakan mungkin di kalangannya, tak sesuai jaman penampilannya. Tapi diam-diam aku jatuh cinta. Diam-diam saja, karena tak semua yang ada padanya aku suka, tiada yang sempurna di permukaan bumi memang begitu adanya.

Pertemuan dengannya sangat tiba-tiba, salahkan saja sesuatu bernama internet.  Yang menyambungkanku dengannya, mencari informasi tentangnya, hingga ada keinginan untuk memilikinya, paling tidak berkenalan dengannya, mengetahui kepribadiannya.

Sampai suatu malam, seolah tak sadar, motorku membelah ujung maghrib ke arah timur, menemui seorang teman baru yang menjadi penyambung rasa.  Hai, kita berkenalan, kesan pertama: menyentuhmu adalah halus dan lembut.  Mataku pun jernih memandangmu.

Harus aku akui, kau agak sedikit berat di genggaman, tak sesuai harapanku.  Endomondo yang aku harapkan bisa aku senyawakan dalam dirimu nyatanya bersalaman pun tak mau. Semua tak bersahabat denganmu.  Semua menginginkan hal terbaru.

Tapi suaramu sangat membelai telinga, energimu pun cepat bangkit diisi ulang tak lama setelah sekarat.  Ditambah kesan pertama menyentuh dan memandangnu yang tak salah.

Sementara ini aku nikmati saja semua hal sederhana yang mampu aku nikmati dari dirimu.  Walau serba dibatasi.  Tertahan kau di 4.2.1.

Advertisements

2 thoughts on “Sedikit terpesona, saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s