Abah & Umi

Kalau di negeri seribu hujan sana, mungkin abah adalah panggilan untuk kakek.  Tapi di negara seribu sungai, abah adalah panggilan yang jamak untuk seorang ayah.  Begitu pula panggilan untuk saya dari anak-anak, atau panggilan yang saya biasakan untuk anak-anak.

Kenapa begitu? Karena saya besar disini, sedari kecil disini.  Karena janggal lah kalau tiba-tiba saya minta dipanggil bapak, atau ayah, apalagi papah, haduh sungguh metropolitasn sekali panggilan terakhir itu.

Segitu pentingkah panggilan abah bagi saya?  Entahlah bagaimana, tapi menurut saya sangatlah penting, karena panggilan yang menunjukkan kesederhanaan, itu saja.

Pun kenapa honey dipanggil umi, bukan mama sebagai kata pengganti ibu disini. Itu pun karena di kampungnya sana, itu panggilan yang umum untuk seorang ibu, jadinya begitu, mungkin sekaligus sebagai pengingat darimana asal abah uminya ini.

Advertisements

2 thoughts on “Abah & Umi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s