sebuah malam di rumah pakacil

Entah kenapa, seperti semacam ritual saja jadinya, kalau sedang berada di banjarbaru, paling tidak sekali jadinya bertemu dengan beliau itu.  Kebetulan beberapa hari yang lalu, malam tepatnya, mengharuskan saya ke sebuah kantor untuk suatu urusan.  Sampai akhirnya urusan itu selesai kira-kira mendekati jam sebelas.

Menurut intuisi saya yang sok tahu, biasanya jam-jam segitu beliau sedang sibuk di kantor pribadinya, baiklah ditengok saja.

Ternyata benar, kantornya dalam keadaan terang benderang, sayapun mengucap ‘assalamualaikum’.  Pintu pagar dibuka, saya pun masuk.  Duduk sambil mengamati yang sedang sibuk, lalu meminjam salah satu gitar akustiknya, memainkan potongan-potongan lagu entahlah, yang saya ingat ada potongan lagu bang Rhoma di antaranya.

Sesekali menyelipkan obrolan, yang seperti biasa arahnya tak begitu jelas, yang jelas justru sebuah kesimpulan, yang kurang disepakati juga, bahwa menurut beliau: bahwa segala sesuatu itu serahkan saja pada ahlinya.

Mendekati tengah malam saya pamit.  Demikian saja.
Untuk apa saya bercerita tentang ini? Entahlah, yang jelas, silaturrahmi itu konon menambah rejeki.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s