disapa makhluk halus

Bukan.
Bukan saya yang disapa. Naudzubillah 😐

Pertama.
Salah satu tajuk harian di kota kecil saya ini, menceritakan tentang pelajar sebuah SMA yang kesurupan.  Dua puluhan orang lebih, da tampaknya semuanya adalah perempuan.  Kesurupan ini unik, semacam menular.  Menularnya pun tak kalah unik, biasanya ada satu orang yang lemas kemudian jejeritan, yang nggak kuat, begitu mendengar jeritan yang kesurupan ikutan pula tak sadar.

Ujung-ujungnya memang harus minta bantuan kepada ‘sang ahli’.  Mengusir sesuatu yang tak terlihat, yang doyannya menghinggapi kaum perempuan itu.  Akibat kejadian ini, pihak sekolah memutuskan untuk mengadakan ‘selamatan’, semacam ritual baca doa agar sekolah terhindar dari bala tentara jin yang iseng.  Tapi menurut koran barusan, kepala sekolahnya keukeuh menolak diadakan acara gituan, “bertentangan dengan agama” katanya.  Entahlah pasal mana pula yang diomongkan beliau sehingga bisa mengklaim sepihak begitu.  Baca doa kok ya bertentangan.
Entahlah.

Kedua.
Salah satu keponakan lelaki, masih kecil, sekitar tiga tahunan.  Sepanjang hari dan malam, nangis-nangis tak jelas.  Konon, akibat dianter saat malam hari ke rumah pengasuhnya, kebetulan melewati daerah deket rumah saya yang agak gelap, dan mungkin ada penghuni dari dunia lain, kemudian iseng menyapanya.

Kemudian dikasih saran, untuk ‘diperiksa’ dengan sang ahli dalam hal itu.

Awalnya ibunya keukeuh tak mau.  Berkeyakinan bukanlah sapaan dari makhluk berwujud entah dari lapisan dunia tak terlihat, tapi cuma karena kangen lama ditinggalkan ibunya bekerja.  Baiklah, biarkan sajalah.

Besoknya, nangis-nangisnya tak jua berhenti.  Akhirnya ibunya menyerah.  Sepagi tadi saya pun mengantarkan anak itu, ke ibu-ibu yang biasa mijet, dan kebetulan memiliki kepekaan akan hal-hal yang tak kasat mata.

Duh, sepanjang jalan ponakan satu itu, geal-geol aja dibelakang motor, padahal sudah dipegangin sama pengasuhnya diboncengan.  Sambil nangis-nangis dan manggil-manggil ibunya nonstop selama duapuluh menitan.  Kuat amat ya?

Sesampai tujuan, ternyata cuma sebentar ‘diperiksa’nya, dibaca-bacain bentar, kemudian kakinya dikasih gelang dari benang hitam.  Beres.

Barusan saya liat anak itu, sudah tenang, tak ada tangisnya lagi.
Alhamdulillah.

Segala sesuatu yang terkait dengan makhluk tak jelas itu, menyebalkan kadang.

Advertisements

3 thoughts on “disapa makhluk halus

  1. Elia Bintang

    Bingung saya mau komen apa…. Saya percaya sih sama spirit dan kita juga mesti saling respek sama mereka–gak ganggu lah gitu–tapi kalo spiritnya duluan yang ganggu, trus gimana yah..

    Like

    Reply
  2. wxrm Post author

    @Elia
    biasanya sih, ‘mereka’ gak bakal nyerang kalo nggak merasa keganggu duluan, walau secara tak sengaja. Lah masalahnya kita jelas mana tahu kalo ada yg keganggu 😐

    Like

    Reply
  3. Kimi

    Aku masih bingung sama hal yang satu ini… Bingungnya karena… apa ya? Karena kok kesannya menyeramkan sekali begitu. Padahal kan mereka gak bisa dilihat. Begitulah pokoknya. *halah, komen macam apa ini*

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s