Kasta Sepeda

Di sebuah grup sepeda, ada sebagian sangat kecil yang ribut tentang pagelaran funbike minggu kemarin, yang serentak diadakan TNI di seluruh Indonesia.

Setelah saya telusuri, ternyata di beberapa kota ditarik bayaran.  Sepertinya kejadian yang memicu kesal ada di ibukota, karena pesertanya konon teramat sangat banyak sekali deh.  Entah bagaimana ceritanya, katanya hadiah pintu sudah diundi sebelum seluruh peserta sampai di garis finish.

Kemudian, entah bagaimana kaitannya, ada nada miring, kalau pesepeda yang ikutan funbike itu motivasinya lebih kepada hadiahnya, lalu membandingkan dengan pesepeda yang lain (atau mungkin dengan dirinya sendiri) kalau itu semacam pesepeda abal-abal, yang hanya akan eksis jika ada iming-iming hadiah.

Paling tidak menurut kesimpulan saya sih begitu.

Lalu, memang kenapa dan apa salahnya orang bersepeda demi hadiah? Paling tidak ada motivasi untuk nggowes, apapun alasannya.  Toh walau bersepeda itu baik, dan takhenti menyarankan orang bersepeda, tak lantas jua bagus menganggap diri seseorang lebih pantas dianggap seorang pesepeda sejuati dibanding yang lain.  Itu cuma masalah concern, halah apalah itu.

Yang jelas, saat funbike kemarin itu, semua orang terlihat senang.  Walaupun ada ibu-ibu yang sedikit memarahi anaknya yang tampaknya dianggap nggowes terlalu pelan (plis deh, bu!).  Walaupun ada tentara yang nggowes ngebut, lalu saya sok-sokan ikutan ngebut (halagh).

Toh, akhirnya semua orang bisa melewati jarak 10 km yang ditentukan panitia, lalu bersabar menunggu pengundian hadiah.  Kecuali saya yang asik mengamati sepeda-sepeda vintage, terutama Federal yang pada keluar dari sarang persembunyiannya, itu teramat menyenangkan !

Ya sesekali mencuri dengar pula, kali aja nomer undian saya dapet hadiah kulkas haha.  Nyatanya saya menyerah sampai jam 10 saja, kupon undian saya kasihkan ke teman, saya beranjak pulang, untuk kembali berusaha sombong mengejar mas-mas yang ngebut di tanjakan dengan sepeda bagusnya :mrgreen:

Intinya.
Selama kau bisa menaiki sepeda, menungganginya, mengayuhnya, dengan cara apapun, kapan pun, dimanapun, dengan siapapun.  Itu sudah cukup disebut pesepeda.  Tak perlu melihat apa merk sepedanya, bagaimana teknik mengayuhnya, medan mana saja yang sudah mampu dilewati, atau grup manapun yang diikuti.

Dan soal kasta di atas.
Apalah artinya, toh kasti lebih baik *oposih

Advertisements

3 thoughts on “Kasta Sepeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s