tentang Sepeda #2 : Jalan, Jarak, Jam

Pertanyaan singkat selanjutnya: kondisi jalan bagaimana yang akan dihadapi, seringkali?

Jogja dan sekitarnya itu memang surga untuk pesepeda. Jenis sepeda apapun jua bisa kau mainkan di propinsi kerajaan ini. Ini karena semuanya didukung oleh kondisi alam dan jalannya.

Yang suka downhill dan cross country banyak rute tersebar di dataran tinggi, terutama sekali di kawasan Merapi.

Yang hobi menjajal tanjakan dengan kondisi jalanan beraspal dan relatif mulus, silakan saja mencoba tanjakan Pathuk, Mangunan dan Cinomati di sebelah selatan, atau yang rame nyaris tiap hari: Pakem dan Kaliurang di utara. Kalau mau agak jauhan, ada tanjakan di kecamatan Samigaluh & puncak Suroloyo di barat.

Atau mau santai menikmati jalan yang relatif datar, silakan berkeliling kota Jogja yang relatif masih ramah dengan pesepeda, walau sekarang sudah mulai penuh oleh motor dan mobil, terutama di akhir pekan. Kalau ingin menghirup udara segar sekaligus menapaki peninggalan jaman kolonial, silakan menyusuri selokan Mataram yang fenomenal itu, membentang dari timur sampai barat yang berujung di bendungan Ancol.

Bersepeda ke kantor, kampus, sekolah, wisata susur candi, bikecamping di pantai, bersepeda sepanjang pagi sampai siang, atau menginap sampai besok harinya, atau sekalian touring keluar kota berhari-hari, silakan. Semua tersedia.

Beda jauh dengan di Banjarbaru dan KalSel, kontur jalan relatif datar, jalan aspal lumayan bagus, ada beberapa tanjakan tapi belum ada elevasinya yang seperti di Jogja. Makanya, sebenarnya sangat bersahabat untuk commuter, sepedaan ke tempat kerja ataupun ke sekolah, cuma mungkin saat siang hari panasnya lumayan minta ampun, ya dimana-mana kalau siang memang begitu sih, terkecuali di dataran tinggi.

Lain lagi seorang teman yang bekerja di sekitaran Jakarta coret, seputar Depok kalau tidak salah. Bercerita kalau jalan di sekitar situ meman relatif datar dengan beberapa tanjakan yang agak landai di beberapa titik, tapi juga ada beberapa titik jalan yang rusak parah, ditambah bonus jalanan yang padat oleh kendaraan bermotor di jam-jam tertentu.

Dimana saja rencana bersepeda, pertama kali yang dilakukan adalah mengamati medan yang ingin dilalui.

.

Terkait kondisi jalan.

Jalanan relatif datar, dan aspalnya lumayan bagus.
Ini medan yang paling gampang, paling nyaman untuk bersepeda, dengan sepeda apapun. Bahkan pakai yang single gear pun tak masalah. Jadi rasanya tak ada yang khusus untuk dipersiapkan untuk jalan surga macam ini.

Jalanan relatif datar, dan ada beberapa titik rusak lumayan.
Sebenarnya, medan semacam ini juga tak lebih seperti di atas, cuma kondisi jalan yang kadang tak bersahabat harus sedikit diakali. Sepeda hard tail, dengan shockbreaker di depan, tentu akan mengatasi masalah ini. Tetapi sepeda biasa dengan fork rigid pun tak masalah, kalau ingin sedikit nyaman mungkin bisa menggunakan ban mtb yang berukuran agak besar, ukuran 1,95 misalnya.

Jalanan bagus, banyak tanjakan.
Kalau sudah begitu, gear harus diperhatikan. Baik gear belakang (sprocket/cassete)maupun depan (crank). Kalau bisa, pakai gear belakang yang punya gigi paling banyak, dan gear crank yang punya gigi sesedikit mungkin. Kombinasi dua gear itu membuat kayuhan makin ringan, dan sangat membantu kala nanjak tentu saja.

Jalanan curam, kondisi jalan tak menentu.
Ini khusus penggemar cross country ataupun downhill. Mau tidak mau semua sepeda berikut part yang dipakai harus yang berkualitas tinggi. Ini terkait faktor keselamatan, selain helm yang bagusnya menggunakan fullface, juga protector

Terkait dengan jarak

Jarak dekat.
Sedekat apa? Mungkin kisaran 1 – 20 km bisa dijadikan patokan kira-kira. Kalau cuma ngegowes sekitaran itu, idem dengan bagian “Jalanan relatif datar, dan aspalnya lumayan bagus” di atas. Mau pakai sepeda apa saja bebas. Yang penting adalah seting sepeda agar nyaman dipakai.

Jarak jauh.
Sejauh apa? Mungkin kisaran di atas 20 km. Mungkin lebih, kalau sudah begini, sepeda yang dipakai juga bisa saja, tapi kondisinya harus lebih diperhatikan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama perjalanan.

Sebagai tambahan, kalau sudah memutuskan perjalanan jauh dengan sepeda. Tools dan perlengkapan lainnya adalah hal wajib yang harus dibawa. Paling tidak senter, pompa dan alat komunikasi tentu saja.

 

Terkait dengan waktu

Hal ini terhubung dengan bagian jarak di atas. Jarak jauh tentunya akan memakan waktu lebih lama, jadi ya persiapan perjalanan harus lebih mumpuni. Sebagai tambahan: persedian air minum yang cukup, sepeda dengan dua dudukan tempat minum lebih baik, dan tentunya uang buat bekal di jalan.

Sederhananya mungkin: kondisi jalan + jarak tempuh + frekuensi gowes = jenis sepeda yang kira-kira baik digunakan.

Pengecualian untuk hobi, faktor frekuensi gowes silakan diabaikan 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s