relative deprivation of butterflies beach

jangan tertipu dengan judulnya yang sok british di atas, ya sesekali gaya-gayaan mungkin tak mengapa ya haha.

ini hanyalah review singkat dari novel perdana bung Elia Bintang: Pantai kupu-kupu.  buku ini juga kiriman salah seorang sahabat saya: lea. terimakasih ya.

..tiba-tiba saja ada seorang cewek, yang sepertinya keren, berusia awal kuliah, tiba-tiba sampai di titik bumi yang legendaris bagi sebagian orang, sekelompok orang tepatnya.  Kemudian bertemu dengan seorang lelaki penganut faham anti-kemapanan, yang punya definisi sendiri akan kehidupan yang dijalaninya.

mungkin jika ada yang pernah menonton film  before sunrise, ini bisa dibayangkan seperti itu, tapi dengan alur before sunset, prekuelnya.  Banyak berisi percakapan antara Sam dan Nina, sambil menunggu kupu-kupu yang datang seiring munculnya matahari di ufuk timur.  Diselingi legenda di dalamnya, dialiri pandangan hidup yang beda dan anti mainstream, ditambah cerita akan sebuah komunitas yang ‘bebas’, literally.  Kehidupan di otak muda memang aneh dan cenderung semau-maunya dan seringkali tak harus diimbangi dengan alasan yang jelas.  Tapi cara menggapai tujuan (sementara) hidup mereka, itu adalah konflik yang menarik.

Percakapan-percakapan , di antara dua sosok yang menemukan beberapa persamaan pandangan, menimbulkan percik rasa yang mungkin bernama cinta, entahlah karena hal ini belumlah begitu terang sampai halaman terakhir pun.  Mungkin sengaja dibuat agak gelap, seperti sampulnya yang berwarna itu.

[beberapa halaman membacanya, saya ujug-ujug malah teringat akan salah satu buku pegangan mata kuliah  social capital yang isinya menurut saya sih keren : Why men rebel, tulisan Ted Robert Gurr.  Salah satu yang dibahas di dalamnya adalah tentang relative deprivation, membahas kurva hubungan antara value capabilities dan value expectations.  Dimana menurut saya,  hidup yang digenggam oleh Sam seperti menggambarkan  bagian pertama dari teori itu.  Harapan hidup yang relatif stabil, sementara semangat untuk mempertahankan itu akan terus ada sampai dia tak bisa lagi berbuat untuk itu.]

ibarat musik, pantai kupu-kupu adalah lirik musik underground, mungkin punk, yang punya garisan sendiri akan arti hidup, yang mempunyai panduan dan kitab tersendiri di sanubari mereka.  Walaupun kalau disingkat di mata saya adalah terjemahan bebas dari lirik lagu Darah Muda-nya bang Rhoma haha.

bagian menarik lainnya selain cerita yang agak baru ini adalah: dari buku setebal 170-an halaman ini adalah ilustrasi di dalamnya  yang terkesan digarap serius, sementara sampul depannya saya pikir justru tak membayangkan sosok pemain utama ceritanya

mungkin, yang menyebalkan adalah, cerita yang tiba-tiba berakhir begitu saja tanpa saya siap untuk itu, tapi saya yakin ini hanyalah trik penulisnya untuk membuat sekuelnya :D.  Kemudian keharusan panggilan brother dan sister di depan nama mereka, tapi biarlah suka-suka mereka lah.  Dan satu lagi, penggunaan kata bus , saya maunya bis euy, oke ini mungkin tak penting haha.

Advertisements

4 thoughts on “relative deprivation of butterflies beach

  1. Elia Bintang

    Haha saya gak pernah bayangin Pantai Kupu-kupu ini bisa diibaratkan dengan lirik musik punk…. Saya suka review Om Warm. Keren! Dan Om Warm mesti tau kalo gaya nulis Om itu beda dan catchy.

    Like

    Reply
  2. wxrm Post author

    @macangadungan
    lah habisnya tiba2 kelar, padahal blm sampe garis finish hehe

    @christin
    eh boleh kalo mau 😀

    @elia
    makasih kalo berkenan atas review apa adanya ini, banyak yg ingin saya soroti, terutama ttg gejala sosial di kelompok ‘bunga’ disitu, tp ntar terkesan sok tau, jd nggak jadi aja haha

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s