pengetahuan baiknya menemani semangat

..pagi tadi, sepulang mengantar kaka’ dari sekolahnya, di tengah jalan berpapasan dengan pelajar yang membawa sepedanya dengan cepat, alias ngebut.

Tampaknya sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini, suka memperhatikan orang-orang yang bersepeda di jalan, cara mereka mengayuh (pedalling), melihat posisi sadel sampai kalau lagi iseng memperhatikan kondisi part yang terpasang di sepedanya.  Ujung-ujungnya biasa gatel, sok tahu pengen ngasih tahu -paling tidak memberi tahu posisi pedal yang enak- biar enak pula sepedaannya.

Nah, pelajar tadi, sekilas aku perhatikan ngebut sambil mengambil posisi dancing, itu artinya mengayuh sepeda sambil berdiri di atas pedal.  Cepat memang, more powerful, tapi tentu saja menguras banyak tenaga.  Sangat tidak efisien.  Apalagi posisi sadelnya terlalu rendah, seting yang umum dilakukan dengan alasan kebanyakan: biar kaki bisa nyentuh tanah.  Padahal posisi sadel yang demikian membuat otot dengkul dan paha cepat lelah dan pegal yang lumayan jika dilakukan dalam jarak yang cukup jauh.

Satu hal lagi adalah rantai yang terpasang terlihat kendor sekali, lumayan berbahaya jika slip, apalagi anak itu tadi hanya menggunakan single gear, yang artinya tidak ada opsi lain selain memaksimalkan tenaganya di jalan dengan rasio gear yang ada.

Di satu sisi, aku kagum dengan semangatnya, memacu sepedanya dengan kecepatan penuh ke sekolah.  Tapi di sisi lain aku juga kasihan, kalau terus-terusan badannya dipaksa bersepeda seperti itu.  Kasian kakinya, badannya yang akan lebih lelah daripada seharusnya.  Ntar kalau keburu cape sesampai sekolah piye dab?

Ah, aku terlalu banyak berpikir rupanya.  Toh anak itu juga tidak tahu diam-diam saya memperhatikan kondisi sepedanya 😀

Intinya sih ya, supaya sama-sama jalan.  Semangat terus menyala, ilmu juga harus dicari, agar dua-duanya bisa jalan, saling mendampingi dan saling melengkapi.  Mungkin contoh sederhananya kala mau melewati tanjakan, tanpa tahu bagaimana cara baiknya, bukannya sampai dengan nyaman, bisa-bisa cidera yang didapat.

Begitulah, wahai diriku.

Advertisements

2 thoughts on “pengetahuan baiknya menemani semangat

    1. wxrm Post author

      hm belum tau yg ini bakal dimasukin ngga, konsepnya aja masih bingung jg sih jadinya, mana kurang pede masih kurang ilmu hehe

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s