tanjakan pembunuh menuju candi Ijo

Saat aku pikir pembunuh terbaik itu bernama mangunan, atau cinomati, ternyata aku salah. Aku bertemu another killer: tanjakan candi Ijo.

Sudah lama penasaran ingin kesitu, akhirnya kesitu juga kira-kira dua minggu yang lalu.

Tantangan bersepeda ke candi Ijo itu kombo: jalan yang lumayan rusak dan elevasinya yang edan-edanan.

Tampaknya kalau tak dibantu gear yabg 9 speed (32t yang terbesar) crank yang paling kecil 24 eh apa 22 aku lupa, plus bantuan pedal dan sepatu cleat mungkin aku sudah angkat bendera putih tinggi-tinggi sedari kilometer awal.

Tanjakannya panjang dan tingginya rasanya melebihi mangunan, nyaris tak ada tempat datar sedari awal tanjakan.

Rasanya kalau sendirian lagi kesitu aku bakal mikir-mikir. Tapi itupun pulangnya masih nambah bonus, lewat jalan rusak gara-gara penasaran sama candi Barong, jalan menuju kesitu rusak berat.

Keburu penasaran, menyusuri jalan itu sampai tau-tau muncul di depan candi Prambanan. Lalu pulang.

Sorenya, masih iseng ngikutin ajakan mas Radith, Bagso dan mas Andi untuk sepedaan nanjak ke bukit Pathuk, cuma sekedar ngopi diatas situ untuk kemudian pulang malem, malem minggu pula. Sungguh…

Advertisements

2 thoughts on “tanjakan pembunuh menuju candi Ijo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s