sudut pandang

…atau perspektif, kata beberapa orang, adalah bagaimana memandang sesuatu dari arah diri kita memandangnya.  Artinya citra hasil dari pandangan tergantung dari apa yang kita lihat, lebih-lebih tergantung dari apa yang kita inginkan lihat.

Benda saja memiliki banyak sisi, melihat dari arah yang berbeda akan menghasilkan persepsi yang relatif berbeda pula | Apalagi masalah yang wujudnya mbuh absurd gak jelas dan susah ditakar.

Jadi bagaimanapun sesuatu itu, pasti akan ditafsirkan berbeda, kembali ke paragraf pertama di atas: sesuai keinginan empunya mata, baik mata lahir maupun mata batin *wuih bahasanya*.  Jadinya pengetahuan yang berkenaan otak, dan perasaan yang berkenaan dengan hati jadi unsur penentu yang penting.

Misalkan contoh gambar mas revo yang sendirian di tengah-tengah kawasan cinomati yang tersohor itu.

Photo1501

10734097_10203155100626084_1797456844082131437_n
Dua gambar yang berbeda, tapi di lokasi yang sama, objek foto yang sama pula.  Yang membedakannya adalah sudut pandang fotografernya alias tukang kodak kalau kata orang di kampung saya, serta kamera yang digunakan untuk memotretnya.

Foto paling atas adalah hasil potretan saya, yang diambil dengan menggunakan kamera hape Nokia X2 (yang bukan versi android), sedangkan yang bawah adalah hasil potretnya mas radith yang menggunakan kamera hape Sony Ericcson seri entahlah lupa, nantilah ditanyakan padanya suatu saat.

Sekilas kelihatan kan, kalau daya tangkap seseorang itu beda, hasil foto mas radith itu sudut pandangnya lebih keren, lebih nangkap sesuatu yang terjadi, ekspresi model fotonya pun lebih hidup & ceria, pemandangan yang ditertangkap kameranya lebih lengkap.

Foto saya? Terkesan plain dan kurang memiliki citra rasa seni sama sekali, yang ketangkap malah pemuda berbaju hitam itu seakan-akan galau pengen masuk ke hutan lalu lari ke jurang 😐

Tapi toh nyatanya tak perlu debat tentang sudut pandang kami yang berbeda, karena kami tahu objek yang di tangkap mata yang berbeda pada dasarnya adalah sama.

Kembali mengutip postingan saya terdahulu, bahwa sesuatu yang berbeda pada dasarnya pun karena tak lebih kita sendiri yang menginginkannya begitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s