standar ganda

Sepeda saya itu tak punya standar, jadi kalau mau parkir harus disenderkan pada sesuatu, manja sekali memang pake nyender-nyender segala. Suatu hari saya ketemu kawan yang sepedanya pake standar, trus enteng saja mengomentari sepeda mereka : “wih sepeda kalian sepeda punya orang kaya, soalnya mampu beli standar”

Hari minggu kemarin waktu ke Pakem saya seperti biasa bertemu kawan-kawan pesepeda. Kebetulan waktu itu saya memakai sepeda Bridgestonenya Thor yang memakai standar samping. Kebetulan pas parkir saya melihat tiga sepeda yang diparkir saling sender menyender karena tak pakai standar. Saat itu saya pun bilang pada mereka : “Nah ini ciri orang kaya, biasanya sepedanya tak pakai standar”

See?
Soal standar sepeda, saya punya standar ganda, maksudnya standar penilaian, bukan standar sepeda #mbulet, tergantung sepeda mana yang saya pakai, pokoknya sepeda bagaimanapun yang mereka pakai, selalu mereka yang harus salah hehehe.

Bayangkan jika dalam hidup saya selalu berlaku begitu (untungnya soal standar sepeda bukanlah hal yang serius tentu), saya menilai orang jahat, padahal saya sendiri bisa jadi jauh lebih jahat dari yang saya nilai, apalagi kemudian hasil penilaian saya tadi diamini oleh orang-orang lain. Lebih celaka kalau ternyata yang saya nilai jahat sesuai standar penilaian saya itu ternyata tidak begitu adanya, saya jadinya bikin fitnah, duh gusti 😐

Berseru pada khalayak ramai kalau seseorang itu salah dan tidak pantas memakai dasi karena tidak pantas dengan mu ndesonya, misalnya. Sementara saya sendiri diam-diam juga suatu ketika terpaksa memakainya dengan alasan disuruh oleh kepala desa dengan alasan itu salah satu syarat untuk ikut pemilihan ketua RT. Itu kan tidak bagus,… eh ini contoh lhoh, saya juga tidak pernah pengen jadi ketua erte, walaupun kemarin pas pulang ditawarin untuk menggantikan posisinya oleh ketua erte yang adalah temen saya sendiri #hloh

Saya pikir. Saya pun harus berhati-hati menjatuhkan vonis pada sikap, kelakuan, apalagi kualitas seseorang, terlebih menjudge sebuah institusi, karena don’t judge the book by its cover itu benar adanya, karena pribadi seseorang sekali lagi adalah gambaran sebuah gunung es yang susah dinilai cuma dari permukaannya saja.

Ya mungkin lain kali saya ngaku jujur saya, kalau sepeda saya memang sulit dipasangi standar …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s