seize

nicole  : .. the moment seize us
mason : It’s constant, the moment, it’s just like it’s always right now..
((percakapan terakhir dari scene terakhir, tapi tenang saja ini bukan bagian dari spoiler tentu saja))

akhirnya saya termenung sendiri sepanjang film Boyhood ((menontonnya setelah membaca resensi film ambisius ini di blognya pak guru itu, saya juga tak membaca quotes di resensi beliau, takut spoiler, nyatanya justru quotes itu pula yang terbaca otak saya saat menontonnya)) yang beberapa bagian terpaksa saya percepat karena durasinya lumayan lama.

sepanjang film, yang ada adalah, saya memutarbalikkan otak saya, ke saat saya kecil, dewasa, pacaran, kepisah sementara waktu, kuliah, bekerja, nikah, sampai punya empat anak, sampai harus berpisah lagi dari mereka, untuk sementara.  Iya saya belum bisa membayangkan kepisah dengan mereka untuk selamanya.  Bahkan tak pernah membayangkan saat mereka memutuskan meninggalkan rumah untuk waktu yang lama.

kurang ajar memang film itu, seperti memutar film tentang kehidupan saya di layar yang tergambar terang di dinding otak, menunjukkan titik-titik ingatan dimana saya seharusnya berada, bahkan saat menuliskan tentang ini.  Bagian terparahnya, saya tak bisa menghindari kenyataan bahwa mungkin, saya adalah salah satu contoh orangtua yang belum berhasil menjadi orangtua yang baik dan bisa dibanggakan oleh anak-anaknya ((kalimat yang tak bagus untuk ditunjukkan di postingan, memang.  Tapi sudahlah sudah terlanjur diketik, cuma sebagai catatan bagi diri sendiri untuk bisa lebih baik lagi besok hari)).

yang saya kagumi dalam tiap keluarga siapapun, adalah jika menemui saat-saat orangtua berbincang-bincang lepas dengan anak-anaknya di kesehariannya, like nothin’ happens, but it does ((you know what I mean?))..

waktu adalah hal yang berharga kata orang bijak, mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah kalimat klasik yang tak lebih dari omong kosong belaka.  dan ya nyatanya tiada yang lebih berharga dari waktu yang hilang tanpa disadari, terlebih waktu bersama orang-orang yang kau cintai

sudahlah, saya kehabisan kalimat untuk menuliskan apa yang saya rasakan saat ini.  Useless ((sedapat mungkin kalimat ini tak diungkapkan pada siapapun, efeknya jadi terlihat lemah dan terkesan tak percaya dengan keberadaan Yang Maha Kuasa)) mungkin, tapi itu kata yang tak patut untuk seorang lelaki ..

Jadi ya, sudahlah begitu saja.  tonton saja filmnya, memang bagus kok..

Oh iya, ini bonus foto Ellar cortrane ((diambil dari situs the Guardian)), pemain Mason, tokoh utama di film ini, yang memainkan perannya dari usia 6 tahun sampai 12 tahun kemudian.  Saya jadi kepikiran untuk bikin kolase foto begitu juga suatu saat.

________

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s