timeline

dari dua timeline yang saya ikuti, twitter dan facebook, rasanya ada beda mendasar tentang gaya bertutur, maupun perilaku para penggunanya.

kok ya tiba-tiba saja saya teringat akan kandang itik waktu dulu praktek di akhir masa sekolah dulu.  Kebetulan kandang itu ((yang letaknya di seberang sungai, kalau kesitu harus naik perahu, yang bikin saya kepaksa belajar mendayung)) agak aneh manajemennya.  Entah dapat ide dari mana si abah pemilik ternak sehingga memutuskan untuk menggabungkan dua jenis unggas dalam satu kandang panggung.

Yang pertama adalah ayam kampung, posisinya paling depan sehabis pintu masuk yang dipelihara dalam kandang battery ((kandang berbentuk kotak yang ukurannya kecil, satu kotak untuk satu ayam, dipasang paralel berjejer, kejam memang))  untuk diambil telornya.  Yang kedua adalah itik yang diperlihara dalam kandang postal ((kandang ternak yang umum untuk ternak yang jumlahnya banyak dan relatif seragam, yang semua penghuninya digabung jadi satu,  di HSU, sentra ternak itil di Kal-Sel termasuk daerah rawa maka berbentuk panggung dengan lantai dari bilah bambu)), yang itiknya ((jenisnya itik alabio, bukan itik kecil tentu, beliau mah blogger senior)) diperlihara juga diperuntukkan untuk diambil telornya, posisinya tentu yang paling belakang.

Kesamaan dua ternak dalam kandang ini, sama-sama sensi, kadang suka stress sama hal-hal yang sebenarnya biasa bagi manusia.  Bayangkan, gara-gara hujan saja, kemudian atapnya ada yang bocor, produksi telor bisa turun drastis saking stressnya.  Kemudian hal sepele yang lucu, jika yang ngasih makan orangnya beda selain yang biasanya, bikin stress juga, produksi juga anjlok.  Yang lebih lucu, biarpun yang ngasih makan orang yang sama, tapi pake kostum yang berbeda, juga memicu stress, mogok bertelor juga.

Persamaan yang lain, kedua ternak itu sama-sama jomblo ((tapi ini di luar konteks)), nggak dikasih pasangan hidup, betina semua euy, untungnya ada atau tanpa pejantan mereka bertelor terus saat rajin.  Ibarat hidup dalam keseragaman pikiran dalam perbedaan individu.

Lalu apa hubungannya dengan timeline sosial media?

Anggap aja kandang induk itu adalah internet sebagai wadah utamanya, kemudian bagian kandang ayam adalah pengguna facebook, sedang kandang itik adalah pengguna twitter.

Sepanjang yang saya amati, ayam di kandang itu itu terkotak-kotak dan cenderung lebih rapi, sedikit lebih tenang, lebih sering diam, tapi kalau ada salah sedikit bisa terbagi menjadi dua bagian besar : yang cuek dan tetap rajin bertelor dan yang mogok diam-diam.

Sedangkan itik itu, yaelah ributnya minta ampun.  Dikasih makan dedak, ribut.  Hujan dikit, ribut.  Saya masuk kandang, ribut juga.  Dan cenderung barengan, jadinya semua terkesan ikutan ribut.  Lebih sensi itik mah.

Kalau digambarkan dalam grafik, mungkin perilaku ayam cenderung stabil terkait lingkungan, tepai adaptasinya relatif tak diprediksi, kecuali saat usianya tak produktif lagi.  Kalau itik itu, grafiknya ibarat seismometer, bisa tenang sekali tapi pas ada gempa melonjak tiba-tiba, kemudian hilang.  Lhoh ini tentang itik apa gempa sih.  Gini maksudnya kalau pas tenang ya produksi stabil tapi terkadang sangat tidak siap dengan perubahan lingkungan, cepat sekali terpengaruh dengan perubahan yang mengganggu kenyamanan.

Kalau menurut ilmu peternakan sih, bagusnya dua kandang itu dipisah, biar produksinya stabil.  Tapi ntar konsekuensinya ya harus nambah tenaga kerja dan harus adaptasi ulang dari awal.

Eh, ini sebenarnya tentang timeline apa tentang manajemen kandang unggas petelur sih?  Ya bebas lah, mau bertransformasi jadi ayam atau itik ya silakan.  Atau malah milih jadi peternaknya aja, bisa jual telornya trus dapet untung 😀

_______

Advertisements

5 thoughts on “timeline

  1. Vicky Laurentina

    Pagi-pagi udah ketawa baca blog ini. Tanpa sadar saya malah membandingkan diri, apakah saya mirip golongan itik dan golongan ayam. Yang bikin saya ketawa adalah kelakuannya itik-itik itu, ada perubahan suasana dikit, mereka langsung reaktif. Persis kelakuan orang-orang (yang terlalu sering) nongkrongin Twitter..

    Like

    Reply
  2. wxrm Post author

    @vicky
    pemikiran saya sedikitnya macam itu lah, ya termasuk saya juga sih kadang2 begitu..

    @christin
    itu sih kelasnya istimewa, 40 ribuan euy

    @galihsatria
    mungkin termasuk pengawas kesehatan kandang, mas 😀

    Like

    Reply
  3. chiil

    menarik! aku lebih ke pengawas karna seru aja observasi cara komunikasi orang2 ini. lagipula kalau mau debat, kadang ngerasa ilmunya kurang euy. jadi baca2 & membandingkan saja, dan lebih enak debat langsung ya daripada di social media.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s