biketouring

biketruring

Bicycle touring ((wikipedia )) means self-contained cycling trips for pleasure, adventure and autonomy rather than sport, commuting or exercise. Touring can range from single to multi-day trips, even years. Tours may be planned by the participant or organised by a holiday business, a club, or a charity as a fund-raising venture

Mungkin term di atas lebih menjawab akan apa itu touring dengan sepeda, yang mungkin pas dibandingkan dengan bikepacker.

karena mengandung dua unsur utama, yaitu sepeda & touring, maka dua hal utama itu pula yang harus diperhatikan saat ada niat untuk bersepeda jarak jauh, walaupun pengalaman saya masih sedikit, mungkin bisa berbagi sedikit tentang apa yang sudah pernah saya alami di perjalanan.

yang pertama tentulah sepeda harus dicek secara menyeluruh ‘kesehatannya’, semua partnya diperiksa, pastikan dalam kondisi optimal.  Groupset, wheelset, brakeset, semua bagian tanpa terkecuali karena apapun yang terjadi selama di perjalanan sebisa mungkin diantisipasi.

kalau perlu seting sepeda di bengkel terpercaya untuk lebih kerennya, atau lebih bagus lagi mempelajari service ringan terkait sepeda, ya minimal bisa mengganti ban dan rantai saat terjadi sesuatu di jalan.

kemudian tentu saja kesehatan diri sendiri haruslah baik, paling tidak harus persiapan latihan sebelumnya.  Misalnya bersepeda jarak pendek, pemanasan tentulah harus dilakukan sebelum perjalanan yang sesungguhnya.  Yang jelas membiasakan diri bersepeda, ini juga terkait seting dan fitting sepeda supaya tidak cedera & pegal berlebihan selama dijalan.

lalu karena ada unsur touringnya, jadinya semua peralatan yang diperlukan selama diperjalanan harus dicek dan ricek sebelum memutuskan berangkat, mungkin list di bawah ini bisa membantu :

  1. air minum, sebisa mungkin maksimalkan bottlecage di sepeda. Sepeda saya sendiri punya tiga titik tempat botol minum, tapi saya pakai cuma dua, satu untuk yang satu liter, yang satunya bisa maksimal untuk 750 ml.  Tapi juga bawa cadangan dalam pannier.
  2. pannier, ini kudu dibawa untuk touring.  Jangan sampai kepikiran membawa bawaan dalam tas punggung, kasian punggungnya ((makanya saya baru kepikiran kalau istilah backpacker tampaknya kurang pas juga hehe))
  3. sleeping bag dan matras, ini juga harus dibawa terkecuali kalau memang budgetnya cukup dan berencana menginap di hotel di tiap titik persinggahan, kalau perlu plus tenda kalau memang memutuskan untuk bermalam di tempat terbuka.
  4. tools alias peralatan standar untuk service, paling tidak bawa tools lipat dan kunci pas secukupnya.
  5. pompa, ini peralatan wajib tentu.
  6. ban dalam cadangan, minimal satu kalau bisa dua atau lebih.  Kalau rute yang bakal dijalani memang bakal sulit mencari ban cadangan, ban luar cadangan juga kudu dibawa.
  7. peralatan mandi, plus gosok gigi hehe kalau untuk handuk saya biasa membawa kanebo sebagaimana saran seorang kawan, dan percayalah lebih efektif dibanding handuk
  8. pakaian cadangan tentu saja, luar maupun dalam tentu saja
  9. senter, kalau bisa minimal dua plus battery cadangan
  10. peralatan jahit, ini sih peralatan standar yang biasa dibawa saat kemping, jaga-jaga kalau ada yang sobek/putus di jalan yang jauh dari mana-mana.
  11. raincoat alias jas hujan, ini juga kudu dibawa.
  12. handphone tentu jangan sampai lupa, untuk mengabarkan kondisi di perjalanan pada orang-orang yang mengkhawatirkan & mendoakan kita di sepanjang jalan, plus powerbank untuk jaga-jaga
  13. makanan yang gampang dibawa dan bisa dikonsumsi sewaktuwaktu perlu, paling tidak roti & coklat.
  14. obat-obatan
  15. duit secukupnya, tentu ini sudah harus dipikirkan agar tidak mengganggu keuangan secara umum hehe
  16. benda sentimental yang mungkin menambah semangat perjalanan & mengingatkan akan waktunya pulang, semacam foto di dompet saya ini hehe:

10897106_10152909010899337_3149207460305505555_n

Supaya ingat pulang setiap perjalanan memang harus direncanakan, kapan mulai berangkat, persiapan segalanya bagaimana, kapan rencana berakhir dan pulang.  Persis manajemen perjalanan yang pasti diajarkan sebagai materi di kegiatan pencinta alam.  Yang jelas harus siap dengan kondisi apapun yang akan ditemui selama perjalanan, kalau saya sih biasanya membayangkan memikirkan kondisi yang setidaknyaman apapun yang bakal dialami, kemudian memikirkan cara mengatasinya sebisa mungkin.

Terkait rencana ini, sebenarnya kemarin ke ponorogo itu rencananyaterus ke surabaya via tulung agung untuk kemudian terus menyeberang pulang ke banjar, tapi karena sesuatu hal terpaksa rencana itu dibatalkan.  Kalau saja resource tak terbatas tentu saja saya ingin bersepeda keliling Indonesia, mengelilingi negeri yang saya cintai adalah impian entah sejak kapan.  Kalau ada  waktu lagi tentu berkeliling ke benua mana saja, paling tidak menjelajah negeri China, negeri impian honey itu, juga Belanda yang gudangnya sepeda tentu saja.

Yang jelas harus siap dalam keadaan sedarurat apapun.  Misalnya tiba-tiba perut mules, ya kalau deket perkampungan gampang, tinggal minta ijin sama pemilik rumah terdekat untuk bongkar muatan.  Kalau jauh dari pemukiman, apa boleh buat, cari sungai, kalau tak ada sungai ya cari semak-semak, beres toh ? 😀

Soal penginapan, kalau selama ini saya & beberapa teman tak ambil pusing.  Prinsip saya sejak dulu, selama masih ada spbu dan mesjid, tidur bisa dimana saja.  Apalagi kan sudah bawa sleeping bag, beralaskan tanah dan beratap langit pun tak masalah.  Tapi selama bersepeda saya pernah numpang nginep di teras sebuah bank daerah waktu ke tawangmangu dulu, dan kemarin waktu ke ponorogo saya numpang tidur di musholla spbu.

Memutuskan singgah untuk istirahat adalah wajib, indikasinya adalah saat lelah sudah maksimal, harus jeda dulu.  Menurutku tak perlu mematok waktunya kapan, kalau dirasa sudah lelah, istirahat saja, dimana saja yang dirasa nyaman untuk rehat.

Rute yang dipilih tentu bebas, bisa mengikuti rute yang sudah ada ataupun iseng-iseng blusukan nyari rute baru.  Saya sih karena sepedanya untuk road, lebih memilih mencari on road saja alias nyari jalan beraspal walaupun sesekali ketemu jalan cor, perkampungan dan rusak, tak mengapa.  Tenang saja, pasti ada saja hal baru yang ditemui di jalan, apalagi pas kemarin saya jalan malam, merasakan kesepian & gelap sendirian di jalan, tapi selalu saja orang-orang baik di jalan yang menunjukkan arah & jalan saat gps & peta sudah begitu membingungkan.

Jadi menurutku ini juga sekaligus uji keyakinan bahwa saya di jalan akan selalu baik-baik saja, dan Sang Maha Pencipta pasti akan selalu melindungi hambanya yang sedang dalam perjalanan 🙂

Kalau mengutip quote temen-temen di mapala dulu sih :

Tuhan bersama orang-orang yang pemberani

Jadi kalau ada niat, berkemaslah, packing dan berangkat dan tentu saja harus yakin akan kembali pulang dengan sehat walafiat ((oh iya itu di atas adalah sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan di postingan sebelumnya, karena itu saya pun memutuskan penanya yang terpilih mendapatkan buku haji backpacker adalah historina, sedang buku ms complaints berdasarkan random.org adalah komentator nomer 4 , itulah siuelha, ditunggu alamatnya diemail saya ya : rd.syarani@gmail.com. terimakasih.))

.______

Advertisements

7 thoughts on “biketouring

  1. rara

    Jaman masih muda dulu sering sepedaan sampai ke mana-mana. Sekarang udah pindah ke mamahkota jadi serem mau sepedaan -_-”

    saya packing dan berangkat dengan menggunakan kendaraan umum aja 😀

    Like

    Reply
  2. historina

    Asiiikk,, menang,,,
    kuis pertama yang pernah saya menangi,, dapat buku lagi.. ah, senangnya…

    Tapi bener om, pertanyaan histor soal bagaimana membuat perjalanan berbeda itu biasanya memang diperoleh dari cerita yang ditemukan sepanjang perjalanan yang dipenuhi bantuan dari orang-orang baik yang muncul dari mana saja dan menghilang begitu saja. Mereka semacam kepanjangan tangannya Tuhan.

    ah, lagi-lagi makasih,,
    dan baru sadar kalau ternyata bikepacker perlu bawa alat jahit ya..
    Nambah pengetahuan nih.

    Ciaoo bellaa…

    Like

    Reply
  3. wxrm Post author

    @sandalian
    lha kan kata saya emang minimal dua biji ehehe, tp quotenya boljug

    @rara
    kan masih bisa sepedaan jarak deket, atau pas minggu pagi, tapi entahlah kenyataannya blm pernah sepedaan diibukota

    @histor
    alat jahit kudu bawa utk perjalanan jarak jauh, tak cuma utk bikepacker toh hehe

    @bagus
    halo mz …

    Like

    Reply
  4. wxrm Post author

    @didut
    ga pernah nimbang sih, tapi sampai sejauh ini perjalanan saya paling lama cuma 2 hari, jadi ya cuma bawa yg simpel sesimpelnya. yg penting matras & sleeping bagh kebawa biar bisa tidur dimana aja kalo kemaleman 😆

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s