Category Archives: membaca

tiga macam alasan

Paling tidak ada tiga alasan untuk menjaga beberapa buku tetap bertahan di rak buku saya. Selain itu mungkin sekedar parkir saja, suatu saat nanti mungkin akan keluar dari situ, berkelana entah kemana, terserah angin membawanya. Lagian saya kan statusnya cuma tukang parkir, biasanya apa toh..

Rasanya itu juga tak berlaku untuk buku, barang lain pun bisa begitu, dengan prinsip yang kurang lebih sama. Walaupun kadang ada yang menggoda untuk tetep disimpen, tapi menurut saya ada satu saat seseorang yang lebih pinter ngerawatnya.

Mungkin ada yang bisa menebak tiga alasan tersebut?
ya sekalian dijadikan soal koeis djoem’at ini deh, ada dua buku dari sahabat saya rhein fathia yang mau dibagikan. Satu buku lamanya yang berjudul jadian 6 bulan, satunya lagi adalah novel terbarunya : gloomy gift.

Saya rasa sekarang kalau mau bikin kuis mending seperti ini saja, tak usah diumumkan, siapa yang mampir dan membacanya, dan kemudian mau ikutan ya sudah begitu. Yang menang pun biar saja menebak-nebak, karena akan saya hubungi via email

Lagian sekarang juga tak bisa mengumumkan dimana-mana, semua akun sosmed saya benar-benar dibikin tiarap untuk sementara. Saya rasanya masih harus belajar menata mulut (atau jari) untuk memfilter apa yang seharusnya dan tidak seharusnya keluar dari benak saya.

Jadi terkesan serius gini, padahal ya pengen saja istirahat sementara. Tadinya akun-akun itu saya biarkan terbuka tanpa deactive, lah kemarin-kemarin malah iseng buka-scrolling lagi. Sangat tidak konsisten. Yasudahlah, begitu.

selamat djoem’atan
assalamualaikum.

Advertisements

film Rajkumar Hirani

menurutku jika seorang sutradara hanya bikin beberapa film dalam karirnya, dan satu filmnya bagus, pasti yang lainnya juga bagus, karena mesti bikinnya serius sehingga fokus pada satu film saja.

seperti misalnya Zack Snyder, sejauh ini dia baru menyutradarai 6 film. Film pertamanya saya tonton adalah Sucker Punch, alur ceritanya beda dan cara bertutur filmnya pun keren. Akhirnya saya pun tak melewatkan film-filmnya yang lain : 300, Man of Steel, Watchmen. Kecuali Dwan of the Dead yang belum ketonton karena kurang suka genre film zombie, juga Legends of Guardian yang entahlah belum tertarik menontonnya.

India juga punya sutradara jenius yang beda. Rajkumar Hirani. Seperti yang sekilas saya ulas di postingan sebelumnya. Beliau baru bikin empat film sejauh ini ((Munna Bhai, Lage Raho Munna Bhai, 3 Idiots, PK)). Genrenya ya drama-komedi-romantis-hepi ending. Tapi kejutan-kejutan yang ada di tiap filmnya itu menarik sekali.

Kemarin, akhirnya saya menuntaskan menonton semua filmnya, yang terakhir Lage Raho Munna Bhai ((film ini keren sekali dalam mengemukakan nilai-nilai ajaran Gandhi)) yang sempat tertunda ternikmati karena terkendala subtitle yang kacau.

Setelah saya amati, benang merah dari setiap film yang disutradarainya itu adalah pesan yang mulia, yaitu tentang pentingnya belajar dan persahabatan, keyakinan, kejujuran serta hormat kepada orang tuadan unsur dasar yang tak pernah mau ketinggalan : cinta (asik!).

Tadinya saya mau bikin resensi ke empat filmnya, tapi kok ya rasanya sayang sekali kalau tidak ditonton sendiri.  Jadi, tontonlah, rasakan pesan-pesan keren yang disampaikan dalam film-filmnya.  Mungkin bagusnya nonton sendirian saja, jadi tak malu saat kedua mata tiba-tiba terasa berkabut dan berkaca-kaca di beberapa penggal ceritanya #eh

terakhir, adalah Boman Irani, aktor yang selalu muncul dalam film-filmnya Rajkumar adalah pemain yang saya gemari karena perannya seringkali bikin kesel (tapi keren) hehe

Mohandas Karamchand Gandhi

beliau lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi, tokoh terkenal dan luar biasa dari India. Saya sendiri baru benar-benar mulai memahami siapa beliau setelah menonton film Lage Raho Munna Bhai.

bahwa banyak yang lupa kalau seringkali menjadi pemuja seseorang, simbol-simbol, tapi justru lupa ajarannya, tak ingat lagi akan praktik nyata di dunia. yang ada hanya mempermasalahkannya, mempersoalkannya, itu saja.

mulut berbusa-busa tapi badan seperti binasa.

terimakasih, Bapu..

memutuskan untuk berhenti

/pre
entah bagaimana ceritanya postingan saya bisa teredit dan malah memasukkan draft tulisan yang rencananya ditulis belakangan

intinya saya terkesan dengan dengan keputusan seorang teman untuk berhenti merokok.  hal yang aku yakin tidak mudah baginya, entah apa alasannya, tapi menurutku itu hebat.

aku pun memutuskan untuk menghentikan aktifitas di sosial media, selain blog, tak ada alasan khusus, mungkin bosan saja dengan banyak orang yang lebih banyak dan sering menyemburkan isu negatif ketimbang hal positif dan baik disitu.  terlebih mentertawakan (kekurangan) orang lain sepertinya menjadi hal yang lazim dan kelewat lumrah.

tapi seorang seorang peserta stand up comedy Indonesia bernama aditya dani memberikan anomali, dia dengan kekurangannya malah membuat dan sengaja membiarkan orang lain mentertawakannya.  jujur, seperti banyak komentar di halaman youtube yang memuat aksinya, banyak yang merasa serbasalah, saya pun demikian, ingin tertawa tapi sisi lain tak tega.

jadi saya pun memutuskan untuk tak menontonnya lagi. demikian

 

buku Public Policy

disclaimer : sekali lagi ini bukan iklan buku, percayalah!

jadi ingin memberi rekomendasi buku non fiksi yang asik untuk dibaca, kali ini tentang public policy alias kebijakan publik.  Ini buku sejak awal saya lihat di toko buku sudah membuat penasaran luar biasa, pandangan pertama pada sampulnya begitu menggoda.  Iya desain sampulnya tak seperti buku ‘serius’ kebanyakan, dan ternyata isinya juga nyaman untuk diikuti.

Soal kebijakan publik ini memang runyam, soalnya menyangkut sistem, terlebih kebijakan yang ruang lingkupnya adalah sebuah negara.  Isi buku ini paling tidak menggambarkan hal itu, lengkap dengan segala teori-teori, model, pemahaman dan implementasinya.

Bagusnya sih, orang-orang yang cuma bisa ngomel dan ngoceh semaunya di sosial media terkait carut marut pengelolaan negara ini, paling tidak membaca buku semacam ini, biar tahu kalau ngurus negara itu tak seperti bikin mie instan, rendam air panas, tiga menit jadi.  Lah jadi melebar ini bahasannya.

Buku setebal ± 800 halaman itu memang belum tamat pula saya baca, tapi percayalah tak rugi membeli dan membacanya, buku Public Policy yang disusun oleh Dr. Riant Nugroho itu sekarang sudah edisi ke 5, sampulnya sedikit beda warna, kalau yang di edisi 4 agak biru, yg terbaru hijau.  Ini mungkin terpengaruh fenomena baju putih emas vs hitam biru itu. Argh!

rekomendasi buku SEM

disclaimer : ini bukan iklan buku, cuma sekedar saran, suer!

Tapi saya tak membicarakan detail SEM ((SEM adalah singkatan dari structural equation modeling, alat bantu statistik untuk mengetahui korelasi antar faktor dalam sebuah model untuk (biasanya) menguji teori)) yang lumayan bikin mumet itu walau hakikatnya sebenernya sih simpel, lha wong tinggal masukkan data, toh nantinya software yang bekerja untuk kita (menggampangkan masalah).

Kelemahan saya terkait sesuatu yang berbau prosedur adalah lelet dalam memahaminya, apalagi jika sebuah prosedur itu kurang detil, lebih-lebih tak menyertakan contoh, lebih parah kalau terkait prosedur yang beraroma angka-angka.

Mungkin sekitar lima buku yang saya baca terkait prosedur sem ini, sebagian kecil memberikan pencerahan, sebagian besar bikin tambah.  Jelas karena frekuensi pesan yang ingin disampaikan penyusun buku tak sampai di antena otak saya yang kapasitasnya ah sudahlah tak usah dibahas.  Apalagi latar belakang penyusun buku itu kecerdasannya mesti di atas rata-rata.  Lha apa mereka ndak mikir kalau orang semacam saya ini semacam jadi korban kekejian mereka #hloh!

Ada yang menurut saya bahasanya terlalu teknis, bisa dimaklumi karena ada beberapa istilah yang memang tak bisa disederhanakan.  Tapi harusnya ada orang jenius bisa menyederhanakan sesuatu yang rumit biar bisa dimengerti siapapun yang tertarik dengan bahasannya.

Ada pula yang terlalu ringkas, cuma membahas secara garis besarnya saja, terkesan terburu-buru dan tidak runut, gaya bahasanya juga kadang terlalu kaku. Ya ya saya ini tipe pembaca egois yang banyak maunya, tapi toh pembaca kan raja.

Syukurnya ternyata ada satu buku yang gaya bahasanya enak diikuti, uraiannya detil, langkah-langkahnya runut  dan yang paling penting adalah menyertakan contoh yang sepertinya lumayan gampang diikuti.  Mungkin karena hal ini pula, buku ini sampai kosong stoknya di empat toko buku yang saya sambangi.  Ujung-ujungnya minjem punya temen.

Saya tampaknya menyarankan buku structural equation modeling dengan Lisrel 8.8 : Konsep & Tutorial yang disusun oleh Setyo Hari Wijanto untuk dibaca, baik untuk riset maupun bahan bacaan iseng di waktu senggang 😐

-m/-

random (itu) menyenangkan

Nothing in nature is random. A thing appears random only through the incompleteness of our knowledge – Spinoza

sebelumnya aku berencana menulis tentang linearitas bidang ilmu ((dan sudah jadi aku tulis dan berujung masuk draft)) , tapi rasanya tak pantas butiran debu akik ((isu yang semakin lucu akhir-akhir ini)) macam aku menulis hal-hil serius macam gituan.

dan ya hasil mikir sepagi ini, selepas subuh sampai sekarang ini, kesimpulannya bahwa : random ((walaupun saya yakin tak ada yang benar-benar random di atas dunia ini)) itu menyenangkan ((nyatanya saya harus menggunakan cara purposive #lah))

sudah, saya cuma ingin nulis itu saja, kok