bikestory

As a kid I had a dream – I wanted to own my own bicycle. When I got the bike I must have been the happiest boy in Liverpool, maybe the world. I lived for that bike. Most kids left their bike in the backyard at night. Not me. I insisted on taking mine indoors and the first night I even kept it in my bed. ~ John Lennon

fase belajar

Lupakan yang namanya sepeda mini, dulu belajar dengan sepeda ontel, dapet minjem siapapun yang sepedanya nganggur.  Karena badan kecil akhirnya harus menelusup di bawah toptube dan berjinjit-jinjit sambil memiring-miringkan badan.  Sungguh masa belajar yang indah.

dendam

Mungkin ini salah satu obsesi/mimpi/dendam dari masa kecil yang terbawa-bawa ke usia tua, yang tak pernah kesampaian punya sepeda.  Bagaimana tidak, sekolah-sekolahku selalu jaraknya dekat dengan rumah, asrama, kos & kontrakan, yang cukup dijalani dengan kaki saja.  Oiya pernah dikasih satu sepeda bekas, mungkin dibeli sama abah, rasanya kondisinya luar biasa parah, tapi senangnya luar biasa, sampai pernah dikayuh sampai banjarmasin.  Tapi entah bagaimana nasibnya kemudian saya sudah lupa.

polygon montana

Saya lupa alasan jelasnya, yang jelas tiba-tiba dulu ingin punya sepeda.  Dibelilah di Banjarmasin, yang saya ingat pegawai tokonya nyetingnya kurang bagus sehingga pas digowes sampai rumah abah di pal 10 rasanya berat, tapi ya cuek saja karena nggak mengerti, asal gowes aja.  Akhirnya lama menyepi di gudang belakang, kemudian dibeli kawan yang tertarik.  Riwayatnya sedemikian singkat, pengalaman terhebatnya adalah ikut fun bike dari martapura-banjarbaru-martapura.

ferrari

IMG_1317

Mungkin sekitar tahun 2011, entah bagaimana ceritanya aku memutuskan membeli sepeda pertamaku di Jogja, beli bekas tentu saja, itu pun lupa membelinya dimana harganya berapa.  Merknya ferrari, yang akhirnya aku pylox warna ijo males.  Yang akhirnya raib, karena biasa diparkir didepan kontrakan tanpa dikunci, soalnya aku pikir siapa juga yang tertarik dengan sepeda bututku.  Ternyata kesimpulanku salah.

double suspension tak jelas

FILE2784

Beli sepeda ini gara-gara teman sekos membelinya, dan pas saya coba lha kok enak mentul-mentul.  Padahal lama-lama bikin pegel di jalan datar beraspal.  Tapi saya belum ngeh sama sekali.  Saya juga tak tahu merk aslinya apa, yang jelas sudah menggunakan disc break & dual suspension, walaupun shockbreaker depannya rusak.  Sempat ganti shockbreaker yang di tengah sebelum akhirnya dihibahkan pada sepupu, sampai kemudian rusak total & sekarang nganggur terabaikan di belakang rumah 😦

black entah

black
Masanya mendapatkannya hasil iseng melihat iklan di internet.  Mendatanginya langsung ke penjual di Karang kajen, yang ternyata adalah pemilik bengkel sepeda yang sesekali masih aku sambangi.  Warnanya hitam, aku lapis sticker hitam pula.  Ukurannya agak ketinggian, aku membelinya karena aku pikir merknya Federal, ternyata bukan.  Akhirnya terakhir aku hibahkan untuk tukang yang sering memperbaiki rumah kontrakan.

metal craft

metal
Gara-garanya melihat tumpukan sepeda bekas di sisi jalan, mampir, nanya-nanya.  Malah ditawarin sepeda federal seri metal craft berwarna kuning & biru keunguan.  Dibeli karena kondisinya masih ori padahal harganya cukup mahal, enam ratus ribu kalau tidak salah, tapi kondisinya masih asli sekali.  Sampai sekarang masih ada dan sering dipakai oleh Epul, sepupu di kos, kadang aku pakai juga kalau ingin pergi yang dekat.

rivera terrain

Reborn

..awalnya berwarna merah, sudah hasil cat ulang juga walau asal-asalan.  Akhirnya direpaint lagi pake pilox warna hitam dof.   Spare partnya sering diganti sana sini, akhirnya yang asli dari saat pembelian hanyalah frame yang bagian belakangnya dimodif, ditambahin hanger DO semi horisontal.

bridgestone trail blazer

bridgestone
Hanya sebentar memakai bridgestone merah putih repaint berbahan chromoly itu, beli cuma frame sama fork doang.  Akhirnya frame rivera terrain sempat sementara ngegantung di dinding kamar karena sebagian besar partsnya dipindahin ke situ.  Tak lama sepeda ini akhirnya dipake Thor untuk commuting dari asramanya sekarang ke sekolah.

kucing putih

Ini sebenarnya sepedanya honey, tapi seringkali saya pakai pas di banjar, karena di rumah cuma adanya sepeda itu dan street fox-nya bang Ai.  Nyaris semua bagiannya masih asli dan dalam kondisi lumayan bagus, yang diganti hanya sadel & handgrip.

IMG_1685 disc trucker

S1

..yang terakhir ini, sekaligus alat transportasi utamaku saat ini,  adalah sepeda yang aku inginkan sejak entah kapan.  Sebagian besar spare-partnya adalah pindahan dari black rivera, kecuali rem tentu saja, hub-freehub, headset & seatpost.

Urbano

Urbano

.. yang paling terakhir, sepeda lipat dari genus Polygon, setelah melepaskan kepergian Surly disc trucker, maret 2015 baru mulai adaptasi dengan si mungil yang powerful ini.  pedal, handle bar dan rear deraileur menggunakan warisan sepeda sebelumnya.  juga rear rack & cyclo computer yang dipasang belakangan

Advertisements

11 thoughts on “bikestory

  1. Pingback: Koeis Djoem’at : Sepeda Jadul | blog auk

  2. Pingback: Koeis Djoem’at : Nama | blog auk

  3. wxrm Post author

    @bapakevalkyla
    itu kan sejarah pak, yg resmi sepeda saya sekarang cuma satu yang hijau terakhir itu

    @Amed
    itu yg judulnya black entah, rusaknya bukan gara2 keberatan om, tapi gara2 setingannya emang parah sih kemarin, maaf ya 😦 , lagian mana ada mahasiswa yg overweight, kan saya jg tahu hidup situ prihatin selama di Jogja #eh

    Like

    Reply
  4. Pingback: pemalu

  5. Pingback: » Kiss can do blog auk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s