Tag Archives: #koeisdjoemat

tiga macam alasan

Paling tidak ada tiga alasan untuk menjaga beberapa buku tetap bertahan di rak buku saya. Selain itu mungkin sekedar parkir saja, suatu saat nanti mungkin akan keluar dari situ, berkelana entah kemana, terserah angin membawanya. Lagian saya kan statusnya cuma tukang parkir, biasanya apa toh..

Rasanya itu juga tak berlaku untuk buku, barang lain pun bisa begitu, dengan prinsip yang kurang lebih sama. Walaupun kadang ada yang menggoda untuk tetep disimpen, tapi menurut saya ada satu saat seseorang yang lebih pinter ngerawatnya.

Mungkin ada yang bisa menebak tiga alasan tersebut?
ya sekalian dijadikan soal koeis djoem’at ini deh, ada dua buku dari sahabat saya rhein fathia yang mau dibagikan. Satu buku lamanya yang berjudul jadian 6 bulan, satunya lagi adalah novel terbarunya : gloomy gift.

Saya rasa sekarang kalau mau bikin kuis mending seperti ini saja, tak usah diumumkan, siapa yang mampir dan membacanya, dan kemudian mau ikutan ya sudah begitu. Yang menang pun biar saja menebak-nebak, karena akan saya hubungi via email

Lagian sekarang juga tak bisa mengumumkan dimana-mana, semua akun sosmed saya benar-benar dibikin tiarap untuk sementara. Saya rasanya masih harus belajar menata mulut (atau jari) untuk memfilter apa yang seharusnya dan tidak seharusnya keluar dari benak saya.

Jadi terkesan serius gini, padahal ya pengen saja istirahat sementara. Tadinya akun-akun itu saya biarkan terbuka tanpa deactive, lah kemarin-kemarin malah iseng buka-scrolling lagi. Sangat tidak konsisten. Yasudahlah, begitu.

selamat djoem’atan
assalamualaikum.

backpacker

kemarin, seorang kawan bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan backpacker yang sering menjadi acuan anak muda jaman dulu, pengalamannya dijadikan tulisan dan menjadi cerita bersambung di majalah Hai.  Siapa yang tak tahu Gola Gong di masa itu, di tengah-tengah cerita perjalanannya juga selalu terselip sekilas kisah cinta yang pahit, rindu kepada orang-orang yang ditinggalkannya di rumah.

seorang kawan saya malah benar-benar mewujudkan impiannya untuk backpackeran, gara-gara terinspirasi tokoh Roy dalam karangan kang Heri H. Haris itu.  Menyusuri pulau jawa ke timur sampai menyeberang ke bali kemudian lombok, bahkan tulisannya dijadikan sebuah ebook.

saya pikir petualangan ditambah kemampuan menulis yang intens adalah kombinasi yang baik, dan aku pikir masa muda haruslah diisi dengan perjalanan jauh dan petualangan, minimal sekali.  Walaupun kata penulis favorit saya kalau hal itu adalah sesuatu yang berbahaya, karena bisa menjadi candu kalau tak ingat kata ‘pulang’ sebagai penawarnya.

saya sendiri, sekarang akhirnya menyukai konsep bikepacker, walaupun belum separah beberapa kawan yang lama perjalanan dan jaraknya edan-edanan.  perjalanan jauh itu menurutku menarik karena selalu ada hal baru yang didapatkan di perjalanan.

dan kali ini aku ingin memberikan satu buku haji backpacker edisi terbaru. tapi saya tidak memberi soal untuk dijawab kali ini, yang berminat dengan buku itu silakan mencari pertanyaan di tulisan saya di atas, nanti saya yang berusaha menjawabnya.

mungkin yang menurutku pertanyaannya agak beda akan aku kasih bukunya.  Sementara ada juga satu buku Ms. Complaint’s therapy yang tak bosan-bosannya saya bagikan karena isinya menarik.  Yang ini akan dirandom saja dari semua yang iseng ikutan njawab.

demikian saja, mari sekarang mulai memikirkan sarapan.